Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terjerat Pesona Antagonis

Terjerat Pesona Antagonis

Kaluna memutuskan untuk mengunjungi studio lukisnya sejenak sebelum bersiap menjemput Damian. Hal pertama di lantai tiga yang dilihat saat Kaluna melangkah keluar dari lift adalah ruangan terbuka yang cukup luas dengan sofa berbentuk huruf ‘L’ warna cream, karpet bulu lebar dengan warna senada, dan sebuah meja marmer mengkilat dengan bentuk yang unik, terlihat seperti tumpahan es krim yang meleleh.
103.8K viewsCompletedAdded to Library 83 Times as peredam ruangan studio
Read
+Library
TERGODA AYAH SAHABATKU

TERGODA AYAH SAHABATKU

Sayangnya semua itu hampa tanpa kehadiran Sam. Saat hendak kembali ke kamar, mataku tertarik pada sebuah ruangan yang tadi terlihat jelas dari taman. Rasa ingin tahu mengalahkan kehati-hatian. Aku masuk perlahan. Ruangan itu bukan ruang kerja biasa. Lebih mirip studio gambar. Cahaya alami masuk dari jendela besar, menyinari meja kayu panjang yang dipenuhi sketsa, pensil, dan gulungan kertas. Di dinding, tergantung berbagai karya lama. Lukisan, rancangan bangunan, potongan ide yang pastinya milik Sam.
9.966.9K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as peredam ruangan studio
Read
+Library
Antara Ambisi dan Cinta

Antara Ambisi dan Cinta

Ia tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi satu hal pasti bahwa sebentar lagi wajah Elara tak lagi sekadar nama dan foto. Studio A diterangi pencahayaan lembut dari lampu-lampu gantung modern. Aroma eucalyptus menenangkan, tapi tidak cukup kuat untuk menenangkan pikiran Cantika. Di dalam ruangan, sudah ada sekitar tujuh peserta yang duduk di atas matras masing-masing, beberapa sedang stretching, beberapa lainnya mengobrol pelan. Trina masuk lebih dulu, mengarahkan pandangan, lalu memberi kode halus ke arah pojok kanan ruangan.
1012.1K viewsCompletedAdded to Library 302 Times as peredam ruangan studio
Read
+Library
Lepaskan Aku, Om

Lepaskan Aku, Om

Kadang aku bertanya-tanya, apa orang-orang yang menonton video itu pernah membayangkan kalau di balik layar, ada seseorang yang ingin menjerit? Aku menarik tas kecil dari bawah ranjang. Di dalamnya ada lipstik, bedak, dan sebotol parfum murah yang sudah setengah habis. Semua ini seperti seragam tempurku—bukan untuk perang, tapi untuk mempertahankan topeng. Dan Satu jam kemudian, aku sudah berdiri di ruang tengah yang sudah diubah jadi studio. Lampu-lampu sorot membuat ruangan itu panas, sementara dua kamera besar berdiri mengarah ke sofa merah di tengah.
102.3K viewsCompletedAdded to Library 60 Times as peredam ruangan studio
Read
+Library
Menjadi Simpanan Presdir Setelah Diselingkuhi Brondong

Menjadi Simpanan Presdir Setelah Diselingkuhi Brondong

“Gue dengar dari Pak Ravi, ada ruang studio baru yang bisa dipakai buat kreator. Pak Ravi minta gue buat ngecek, barangkali Rona mau pakai buat konten endorse.” Imron menghela napas, raut dinginnya berubah mencari, walau sedikit. Begitu nama Ravi, petinggi Step Up disebut, mana mungkin Imron bisa menyangkal omongan Yuyun. Sekalipun pria itu sangat menentang kehadiran mereka berdua. “Studionya ada di lantai lima, nanti tanya aja ke staf di sana,” terang Imron ogah-ogahan. “Udah, ‘kan? Saya harus pergi—“
1.3K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as peredam ruangan studio
Read
+Library
Terbuai! Jarum Magis Mas Wira

Terbuai! Jarum Magis Mas Wira

"Mari, Bang Wira, saya tunjukkan kamar tidur dan ruang kerjamu." Wira mengikuti langkah Ganta dalam diam. Mereka berjalan berkeliling, melewati ruang kerja utama yang dilengkapi kursi tato hidrolik kelas satu, lampu sorot berkualitas tinggi, hingga akhirnya mereka berhenti di ujung lorong belakang, tepat di depan pintu baja dengan pemindai kartu yang membatasi studio dengan paviliun Senjana.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as peredam ruangan studio
Read
+Library
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

"Kita di sini untuk membuktikan bahwa dua kebenaran yang berbeda bisa berdiri di satu ruangan. Jangan membela narasiku. Pertahankan narasimu sendiri." Pintu ruang tunggu terbuka. Seorang kru televisi dengan headset hitam menempel di telinga memberikan isyarat tangan. Waktu kami habis. Kami melangkah masuk ke dalam studio utama. Suhu di dalam ruangan ini lima derajat lebih panas dari ruang tunggu. Tiga lampu sorot berdaya tinggi memancarkan cahaya putih yang menyilaukan. Udara terasa padat oleh bau debu yang terbakar panas lampu.
9.471.7K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as peredam ruangan studio
Read
+Library
Hestia

Hestia

celetuk Patra sembari memperhatikan Talia yang sedang memesan slot nonton layar tancep. Dinding di ruang utama studio seni itu digantungi berbagai macam bingkai lukisan—dari pemandangan para penjual pasar yang realistis, pop art, surealisme tentang AI di tempat kerja, sampai lukisan romantisme. Ada juga piano yang bisa dimainkan secara gratis, pakaian-pakaian thrift di sudut ruangan dihimpit dua rak buku. “Wah outfit lavender ini lucu banget, Kak!” Talia menunjuk jas berwarna ungu muda itu, serta celana panjang garis-garis dengan warna senada.
101.0K viewsOngoingAdded to Library 21 Times as peredam ruangan studio
Read
+Library
Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang

Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang

Anehnya, sejak awal masuk, ia merasa ada yang tidak biasa dengan ruangan ini. Ruangan tersebut memiliki empat sudut utama, dan ternyata, tiap sudutnya telah disulap menjadi latar belakang foto bertema unik secara simultan! Tim dekorasi bentukan Mami Siti tampaknya bekerja semalaman untuk membangun studio dadakan ini, sehingga pas memotret nanti, mereka tinggal menggeser angle kamera saja tanpa perlu membongkar pasang dekorasi. "Gila... ini KUA atau studio foto premium sih?" gumam Salsa takjub.
107.9K viewsOngoingAdded to Library 213 Times as peredam ruangan studio
Read
+Library
Bermalam Dengan CEO

Bermalam Dengan CEO

Aleena melihat tampilan dirinya di cermin, dia melihat Angeline dengan bingung, "Angeline, apa kamu yakin bahwa pekerjaanku hanya untuk menemani mereka saja?" "Tentu saja!" "Tapi kenapa aku berpakaian seperti ini?" Aleena kembali melihat ke arah cermin, dalam dirinya semakin gemetar ketakutan. "Sudah, tidak apa-apa. Semua ini supaya penampilanmu menarik di mata mereka." Angeline tidak lagi berkata-kata, dia langsung saja mengajak Aleena untuk pergi ke sebuah ruangan lainnya. Sebuah ruangan private yang memang khusus diperuntukkan untuk para tamu kalangan atas.
104.3K viewsCompletedAdded to Library 93 Times as peredam ruangan studio
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status