Permainan Kakak Tercinta
Di tengah tatapan penuh makna dari orang-orang asing itu, sentuhan tangannya terasa seperti ular berbisa yang licin dan dingin, merayap di kulitku, membuatku bergidik.
Untungnya, mobil yang kami pesan tiba di saat yang tepat. Aku segera memasukkan kakak ipar ke kursi belakang. Saat diriku hendak duduk di kursi depan, salah satu rekan kerja kakak ipar yang dari tadi menatapku dengan tatapan yang aneh, entah sejak kapan dia sudah duduk di sana.
Dia bahkan sudah mengenakan sabuk pengaman dan berkata santai sambil sedikit menoleh, "Philip, aku nebeng ya. Turunkan saja aku di jalan Bengkong Selatan itu saja."
Hot Chapters