Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Masih Ada Waktu

Masih Ada Waktu

"Apa ini, Sayang?" "Tanda tangan surat perizinan buat acara kepramukaan besok," jawab Sasya sambil melirik sekilas manik mata milik Zhafran, papanya. Zhafran mengangguk dan tersenyum senang. "Boleh. Tapi ... ada syaratnya." "Apa?" tanya Sasya dengan nada malas.
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 246 kali sebagai permisi
Baca
+Pustaka
NIKAH? TAPI BOHONG!

NIKAH? TAPI BOHONG!

Sitta Oke kita ketemu, tapi ada syaratnya. Balas Sitta saat itu. Tak lama si lelaki pun kembali mengirim pesan balasan. PMO Apa syaratnya? Sitta Lo jemput gue ke rumah, izin sama nyokap gue, terus kalau mau makan atau minum di luar lo yang traktir karena gue nggak punya duit! Gimana? Sitta menunggu dengan was-was balasan dari si lelaki.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai permisi
Baca
+Pustaka
Janji Selamanya

Janji Selamanya

Steve langsung mengeluarkan pena dari sakunya dan menandatangani surat itu. “Luna.” “Aku bakal tanda tangan.” “Sudah kutandatangani, tolong maafin aku.” Melihat wajahnya yang penuh permohonan, aku tersenyum dan mengambil surat cerai dari tangannya. “Baiklah, aku maafkan.” Setelah mereka semua pergi, ibuku menatapku dengan ekspresi tak setuju. “Luna, kamu benaran mau balikan dengan Steve?”
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai permisi
Baca
+Pustaka
PERMAISURI YIN

PERMAISURI YIN

“Hamba tidak berani, Permaisuri.” “Officer Jimmi, di masa depan kau bekerja denganku, di masa lalu aku tidak tahu, tapi jika memang tidak ada urusan lain sebaiknya kita memang tidak pernah bertemu lagi.” Su Yin memutuskan menyelesaikan doanya dan pergi dari kuil. “Bagaimana dengan rasa sakit dan dingin di dalam dadamu, Permaisuri, apa sudah sembuh?”
1018.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 397 kali sebagai permisi
Baca
+Pustaka
Penyesalan

Penyesalan

"Sorry, sorry. Handphone gue di dalem tas, jadi nggak kedengeran. Di sini bising banget." "Ya udah kalau gitu. Karena kamu udah ketemu sama temen-temnmu, aku ke depan lagi, ya," pamit Reno pada Alisya. "Terima kasih, Kak," ujar Alisya dengan debaran di hatinya. Reno tersenyum kecil. "Sama-sama." Reno pun berlalu pergi. "Hei, itu mata kondisikan. Inget, lu udah ada yang punya," sarkas Aryo.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai permisi
Baca
+Pustaka
Janji yang Tak Sempat Usai

Janji yang Tak Sempat Usai

Ia ingin pulang cepat hari ini. Ia butuh jeda. Namun tepat saat Nayla merapikan barang-barangnya, ponselnya bergetar. Satu pesan masuk dari nomor tidak dikenal. Nayla menatap layar. Dadanya mendadak sesak. Pesan itu hanya satu kalimat pendek: “Jangan terlalu percaya pada orang yang kembali membawa senyum.” Nayla membeku. Tangannya gemetar.
10417 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai permisi
Baca
+Pustaka
Permaisuri yang Diabaikan

Permaisuri yang Diabaikan

Permintaan Putra Mahkota Ia berhenti sejenak saat ia mencoba mengatakan sesuatu, lalu ia mengemukakan topik yang berbeda. "Aku harus meminta pengertianmu." "Permisi?" "Seperti yang kulakukan kemarin, kurasa aku akan menghadiri lebih banyak pesta dansa resmi dengan Nona Jena. Maaf. Aku harus membeli lebih banyak waktu, tetapi karena aku mengatakan aku butuh lebih banyak waktu untuk memverifikasinya, aku tidak punya pilihan lain."
63.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai permisi
Baca
+Pustaka
Pelampiasan

Pelampiasan

katanya tanpa bersalah. Linda hanya melebarkan batanya agar Allexin tidak berbicara lebih banyak lagi, semakin hari kata-kata Allexin semakin tidak jelas. “Apa kamu akan menerimanya lagi?” kali ini kalimat Allexin bernada serius bukan candaan seperti tadi. “Apa kamu akan mengijinkan aku jika menerimanya kembali?”
9.7303.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.2K kali sebagai permisi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status