Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Kalimat-kalimat yang mencoba terdengar perhatian, tapi terasa memaksa — bahkan sedikit tak sopan, menyiratkan ketidaksenonohan dan berbau niat yang tidak pantas. Akhirnya Kirana mengambil ponselnya. Ia menatap layar beberapa detik — memberi dirinya waktu untuk memilih kata yang benar, bukan sekadar melepaskan emosi. Ia mengetik perlahan: > “Mas Prayoga, terima kasih untuk pertemanan dan perhatiannya selama ini. Aku menghormatimu juga. Namun, untuk menjaga kenyamanan satu sama lain, izinkan aku menjaga jarak. Aku berharap Mas tetap menjaga integritas yang sesuai dengan kedudukan dan pendidikan yang Mas miliki. Semoga Allah menjaga langkahmu. Selamat malam.”
1011.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 448 kali sebagai kalimat permisi
Baca
+Pustaka
Ranjang yang Bukan Milikku

Ranjang yang Bukan Milikku

Subjek: Pengunduran Diri Isi: "Melalui email ini, saya ingin mengajukan pengunduran diri saya dari perusahaan. Saya sangat berterima kasih atas kesempatan yang telah diberikan selama ini, namun saya merasa bahwa ini adalah waktu yang tepat bagi saya untuk melangkah ke babak baru dalam hidup saya. Mohon maaf atas segala ketidaknyamanan yang mungkin saya timbulkan. Terima kasih."
98.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai kalimat permisi
Baca
+Pustaka
Aunty Cantik untuk Daddy

Aunty Cantik untuk Daddy

Miso jisgireul baraeyo [Aku harap kamu bisa tersenyum bersamanya] Geudaega meoreojin mankeum [Seiring kamu pergi menjauh] Siyaga heuryeojineyo [Kamu perlahan memudar] Saranghaessoessgin ttaemune [Karena kita saling mencintai] Uri majimak insareul haeyo [Mari ucapkan perpisahan terakhir kita] I sigani gagi jeone [Aku berdoa sebelum waktu ini berakhir] Haengbokhaeyo geugeol bireoyo [Kamu bisa menemukan bahagia] Gieokhaeyo saranghaessdan geol [Mari jangan lupakan cinta kita] Uri [Kita] Uri [Kita]
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai kalimat permisi
Baca
+Pustaka
From Allah to Allah

From Allah to Allah

Heeeheww Everything has changed : semuanya telah berubah I'am fine, sorry : Aku baik-baik saja, maaf No problem : tidak masalah Thank you for saving me : Terima kasih telah menyelamatkanku. -----------------------------------------------------------
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai kalimat permisi
Baca
+Pustaka
ANATASYA

ANATASYA

Ana mengangguk. "Baik Bu, saya permisi. Assalamualaikum" pamit Ana. "Waalaikumsallam." ~~~~~~~
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai kalimat permisi
Baca
+Pustaka
Berawal Dimodali, Berakhir Dinikahi

Berawal Dimodali, Berakhir Dinikahi

Happy Reading ***** "Maaf, Bu. Aku nggak bisa jelaskan sekarang. Tiga atau empat hari lagi, aku balik. Semoga kita mendapat jalan keluar terbaik. Permisi," pamit Rasya pada Hamni dan Dzauhari.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai kalimat permisi
Baca
+Pustaka
Not Only as Soulmates, but as Life Partners, But...

Not Only as Soulmates, but as Life Partners, But...

Teriak seseorang di seberang sana hingga membuat Pria ini menjauhkan handphonenya dari telinganya. “Okaasan” (お 母 さ ん)[Ibu], Sumimasen (すみません)[Saya minta maaf]. Sumimasen. Ki o Tsukema su! (すみません。気をつけます。)[Saya mohon maaf. Saya akan berhati-hati!]” Ucap Pria itu, Javier Raditya akhirnya dan menghela nafasnya pelan. “Hahh! Baiklah! Istirahatlah!” Suara seseorang itu pasrah dan menutup memutus sambungan telephonenya dari seberang.
5.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai kalimat permisi
Baca
+Pustaka
SIKSA BATIN ISTRI TUAN MUDA

SIKSA BATIN ISTRI TUAN MUDA

Selamat pagi, Mas Rexanda Adiwangsa Maaf, karena aku hanya bisa memberikan surat ini kepadamu sebagai bentuk ucapan pamit. Aku tidak sanggup mengirimkannya lewat chat karena tak kuasa melihat apa yang sudah kamu lakukan semalam saat video call, serta gambar-gambar yang kamu kirim sesudahnya. Menunggumu kembali ke rumah, aku tidak tahu kapan kamu akan datang.
1012.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 469 kali sebagai kalimat permisi
Baca
+Pustaka
Merebut Kembali Hartaku dari Keluarga Benalu

Merebut Kembali Hartaku dari Keluarga Benalu

Usir Bu Sarah halus pada Gita. "Oh ya sudah kalau begitu, Bu. Saya pamit pulang dulu, tolong nanti sampaikan salam saya pada Selfi. Assalamualaikum," pamit Gita. "Iya...tapi aku yakin, kalau anakku itu tidak kenal sama kamu, kamu pasti salah orang. Hati-hati ya. Waalaikumsalam." Lalu kudengar suara motor dinyalakan, dan kemudian suara itu semakin menjauh.
1031.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai kalimat permisi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Di dunia Arab, ungkapan 'permisi' bisa bervariasi tergantung konteks dan dialek lokal, tapi yang paling umum adalah 'law samaht' (لو سمحت) atau 'afwan' (عفواً). 'Law samaht' secara harfiah berarti 'jika kamu berkenan', sering digunakan saat meminta izin atau bantuan dengan sopan. Sementara 'afwan' lebih bersifat serbaguna—bisa berarti 'maaf', 'permisi', atau tanggapan atas ucapan terima kasih, mirip dengan 'sama-sama' dalam Bahasa Indonesia.

Nuansanya menarik karena budaya Arab sangat menekankan kesopanan dalam interaksi sehari-hari. Di Mesir, misalnya, orang mungkin mengatakan 'min fadlak' (untuk laki-laki) atau 'min fadlik' (untuk perempuan) yang artinya 'dari kemurahan hatimu'. Ini terdengar lebih puitis dan sangat mencerminkan nilai keramahan di sana. Aku pernah melihat bagaimana penjual di pasar Kairo dengan tulus mengucapkan ini sambil menyapa pelanggan, seolah mengundang mereka ke dalam percakapan yang hangat.

Hal lain yang kuketahui dari teman Suriah adalah penggunaan 'mumkin' (ممكن) dalam situasi informal. Kata ini berarti 'bolehkah' atau 'bisakah', tapi sering dipakai sebagai pengganti 'permisi' saat ingin menarik perhatian seseorang. Lucunya, di beberapa negara Teluk seperti UAE, orang justru lebih sering memakai 'yaani' (يعني) dengan nada tertentu sebagai bentuk interupsi halus.

Yang pasti, belajar frasa-frasa kecil seperti ini bukan sekadar menghafal terjemahan. Aku selalu terkesima bagaimana setiap versi mencerminkan filosofis lokal—entah itu kerendahan hati di 'afwan' atau keanggunan dalam 'min fadlak'. Bahkan gestur tubuh yang menyertainya, seperti sedikit membungkuk atau meletakkan tangan di dada, menambah kedalaman maknanya. Terakhir kali ke Yordania, aku justru paling sering dengar 'itzaazak Allah' (إعزازك الله), yang secara halus berarti 'semoga Allah memuliakanmu', digunakan sebagai permisi yang sangat formal.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status