Dendam Sang Pelakor
tanya Dara yang memulai sandiwaranya dengan senyuman palsu di wajahnya.
"Setiap kali melihatmu, aku sangat menyesal. Seharusnya aku tidak meninggalkanmu kala itu, harusnya, aku tidak menyia-nyiakan wanita sebaik kamu. Sekarang, justru kamu yang disebut pelakor oleh Maya," ucap Rendra sembari mengusap rambut dara dengan perlahan dan lembut.
"Sudahlah, kamu tidak perlu memikirkan hal itu, yang penting, kamu harus bahagia, baik ada atau tidaknya aku, aku hanya ingin kamu selalu bahagia, Mas." Dara tersenyum menanggapi pria itu.
Hot Chapters