Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Angkasa Merah di Kota Kertas

Angkasa Merah di Kota Kertas

“Jangan banyak bergerak. Bisa runtuh.” Aku bertukar posisi dengan Tokio Eki Furuzawa, dan dia meninju beberapa kali. Kali ini tangannya tidak melesak. “Kau tahu apa yang bodoh?” tanyanya. “Ini pintu dorong. Kau hanya harus mencari apa yang bisa didorong.” “Idiot sekali,” komentar Helva. “Pintu loteng yang kutahu itu ditarik,” kataku membela, meski tetap malu.
107.9K viewsCompletedAdded to Library 261 Times as petualangan doraemon
Read
+Library
Kalung Ajaib Pemuda Desa

Kalung Ajaib Pemuda Desa

Wandra memarkirkan motornya di luar area restricted dan berdiri sebentar, membiarkan matanya menyapu pemandangan di depannya. Liontin berdenyut lagi. *"Gedung pergudangan. Yang paling ujung. Nomor tujuh belas. Di sana ada sebuah peti kayu yang baru saja diturunkan dari kapal yang datang dari utara. Peti itu berisi sesuatu yang seharusnya tidak ada di dunia ini—sesuatu yang dibuat di sebuah tempat yang oleh manusia zaman ini disebut negeri dongeng, tapi sesungguhnya sangat nyata: Konoha."*
935.9K viewsOngoingAdded to Library 754 Times as petualangan doraemon
Read
+Library
Gadis Kecil Sang Penyelamat

Gadis Kecil Sang Penyelamat

Mereka mengenakan jubah tebal berwarna gelap agar mudah menyatu dengan bayang-bayang malam. Kapten Drevan, seorang prajurit berusia empat puluh tahunan dengan sorot mata tajam dan bekas luka panjang di pipi kirinya, menghampiri Elaria sambil membawa gulungan peta. “Desa yang paling parah terkena dampaknya adalah Desa Eldwyn, Tuan Puteri. Kami akan menuju ke sana melalui jalur hutan utara. Perjalanan akan memakan waktu sekitar empat jam jika tidak ada hambatan.”
1.2K viewsOngoingAdded to Library 27 Times as petualangan doraemon
Read
+Library
Pesona Suami Dingin dan Posesif

Pesona Suami Dingin dan Posesif

Darren berjalan ke arah lemari, lalu membukanya, ia mengeluarkan sebuah boneka doraemon lalu mendekatiku. “Ini untukmu, karena kau suka boneka.” “Wah. Ada doraemon, sepertinya Timmy akan suka, karena ada teman yang punya kantong ajaib,” ujarku. Aku tertawa kecil, lalu menempelkan wajah Timmy dengan doraemon. Darren mengusap rambutku, lalu mencium keningku. Aku menatapnya beberapa saat, lalu aku meletakan boneka-boneka itu di atas meja.
5.52.3K viewsCompletedAdded to Library 50 Times as petualangan doraemon
Read
+Library
Tergoda Teman Papa

Tergoda Teman Papa

Ia malah mencubit kecil lengan Feli sebelum melanjutkan suapannya. Di sofa, Harry melirik Andrew. Ia berdeham pelan sebelum melempar pertanyaan. “Ada kabar terbaru dari teman Abang?” “Yoshi?” Mendengar nama itu, Retno langsung menoleh cepat. Wajahnya tampak penasaran. Harry yang paham segera meluruskan. “Ini bukan ayah Feli. Kebetulan teman Bang Andrew juga namanya Yoshi. Dia polisi yang menangkap ayah Feli.”
1034.1K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as petualangan doraemon
Read
+Library
Gairah Liar Istriku

Gairah Liar Istriku

Dita menjerit seperti anak yang kehilangan mainan kesayangannya, lalu melemparkan botol peledak ke arah Phantom. Dalam kekacauan itu, Reno merasakan sesuatu mencakar dari belakang—bukan Dita, melainkan salah satu anak buahnya yang putus asa ingin merebut Nara. Reno berhasil menendang dan merangkak menjauh. Di luar, sesuatu melesat di udara—bayangan yang memotong kegelapan—dan suara keras terakhir terdengar: “DOR—”
12.2K viewsCompletedAdded to Library 474 Times as petualangan doraemon
Read
+Library
Petaka Satu Malam

Petaka Satu Malam

"Iya. Tapi baru setahun kemudian Tasya hamil. Dan setelah itu kita tinggal di luar negeri sampai sekarang. Eh, maksudnya kita pindah beberapa minggu yang lalu. Dan, kebetulan kok ketemu lagi." "Wah... berarti Dino pinter ngomong Inggris dong." "Kalau pinter si ya gimana ya... orang itu bahasa dia sehari-harinya disana. Tapi bahasa Indonesia juga lancar. Kita kan selalu mengajarinya. Takutnya kalau dia lupa bahasa sendiri kan bahaya." Devan manggut-manggut. Dan ternyata Dino dan Rara sudah selesai di dandani. Akhirnya mereka berangkat ke lokasi perlombaan bersama-sama. ------
8.715.3K viewsCompletedAdded to Library 336 Times as petualangan doraemon
Read
+Library
O, Yang Mulia!

O, Yang Mulia!

KLIK O memutar knop itu dan membuka pintu ruangan. Ia berharap dapat segera menemukan jalur keluar ke permukaan. Ia membayangkan sebuah tangga menuju permukaan kuburan; menuju suasana yang tidak sempit dan temaram. Dan tentunya, O menantikan petualangannya menjelajahi tempat-tempat menakjubkan seperti dalam cerita-cerita fantasi yang pernah dibaca atau ditontonnya. Akan tetapi, saat pintu terbuka lebar, hanya sebuah lorong temaram yang menyambut O. Di ujung lorong itu, seonggok siluet hitam bergerak-gerak di lantai… Siluet itu tiba-tiba saja berdiri tegap, dan segera berlari ke arah O!
104.3K viewsCompletedAdded to Library 123 Times as petualangan doraemon
Read
+Library
Throne of Blood : System

Throne of Blood : System

Pertanyaan muncul dalam benaknya. [*** … Dungeon!] "Dungeon? Apa itu?" tanya Xora. [Dungeon adalah sebuah ruang tempat kemunculan para Monster. Ia muncul dalam bentuk retakan di udara kosong sebelum retakannya melebar dan membuat para monster berhamburan keluar, membunuh setiap makhluk hidup yang ada.] [Retakan itu disebut sebagai sebuah Gate.] [Pada saat ini, Gate akan segera muncul dalam waktu yang tak dapat ditentukan.]
1.7K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as petualangan doraemon
Read
+Library
Petaka Mendua

Petaka Mendua

Aku bergegas menjauh dari depan komputer. Aku rebahkan Emelia di atas matras, yang berada di depan tivi. Aku pun ikut merebahkan diri, sambil menonton sinetron ikan terbang. "Dek," panggil mas Alif, kemudian ia pun duduk, di samping aku berbaring. "Apa?" sahutku santai, dengan mata tetap menatap tivi. "Si Dinda tuh, gangguin mas jaga toko. Mana kelihatannya, ia enggan mau pulang."
10100.2K viewsCompletedAdded to Library 4.0K Times as petualangan doraemon
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status