Tukang Pijat Super
“Saya baru saja jogging, dan kaki saya terasa sedikit pegal. Kalau kamu tidak keberatan, bisa pijat di sini?”
Juned melirik sekeliling. Taman masih cukup ramai, tapi ada beberapa bangku kosong yang bisa digunakan. “Tentu, Bu. Tapi lebih baik kita cari tempat yang agak sepi biar lebih nyaman.”
Wanita itu mengangguk setuju, lalu mereka berjalan ke sudut taman yang lebih tenang, di bawah rindangnya pohon besar. Juned menggelar jaketnya di bangku agar lebih nyaman, lalu mempersilakan wanita itu duduk.