Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ONE NIGHT STAND

ONE NIGHT STAND

tanya Arsen sedikit cemberut. "Mamah dan Papah akan ajak Arsen ke suatu tempat, ke Time Zone nya lain waktu saja ya?" "Ya, tapi kemana Mischa?" kali ini Xander yang menyahut. "Kamu tahukan lokasi taman nasional Cempaka?" jawab Mischa. Xander mengangguk seraya menjawab dengan kata "ya". "Kita ke sana sekarang," perintah Mischa. "Memangnya ada apa di sana? Tidak ada yang bagus, hanya taman biasa, lebih baik kita ke Dufan, Arsen maukan ke Dufan? Nanti kita main Bom-bom Car," saran Xander.
9.8961.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19.2K kali sebagai taman cempaka
Tampilkan Ulasan (73)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
"Selingkuh? Aku hanya ingin hidup bersama pria yang layak untukku! Kamu suami rendahan tak pantas untukku!" bentak Alya dengan arogan. Ikuti perjalanan Bara menghadapi perselingkuhan istrinya Alya. Mampukah Bara membalas dendamnya? Langsung baca di novel DERITA WAJAH JELEK
malapalas
BACA novel berjudul :CEWEK AGRESIF VS COWOK POLOS. kalian akan menemukan dari percintaan remaja sampai dewasa yang bakal bikin kita gemas sendiri, seru, ketawa ngakak bahkan geregetan dan terharu setelah beberapa tokoh bermunculan semua. Jangan lupa vote dan komen ya. Mksh.
Baca Semua Ulasan
Terperangkap Gairah Paman Tampan

Terperangkap Gairah Paman Tampan

Senja mulai merayap, melukis langit Jakarta dengan jingga dan ungu. "Di cafe, Sayang. Lagi ketemu temen lama aku, Rendra. Kamu kenal kan, yang dari Bandung itu?" balas Alex, suaranya riang. Di latar, terdengar gemericik gelas dan suara obrolan ramai. Fiona menghela napas pendek. "Oh iya, ingat. Aku masih di kantor, ini baru mau pulang. Capek banget hari ini. Banyak kerjaan."
10808 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai taman cempaka
Baca
+Pustaka
Gadis Kesayangan Tuan Adrian

Gadis Kesayangan Tuan Adrian

Uapnya mengepul lembut di udara malam yang sunyi. “Kediaman Cempaka memiliki tiga bangunan besar,” ujar Sekar sambil duduk di seberangku. “Satu bangunan utama untuk Tuan Adrian, dan dua lainnya berada di sisi kanan dan kiri, menghadap ke rumah utama.”
6.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 263 kali sebagai taman cempaka
Baca
+Pustaka
Si Tampan yang Posesif

Si Tampan yang Posesif

Tempat pemakaman ini dikelola dengan standard tinggi, dengan konsep menyatu dengan taman kota, seolah memberikan penghormatan terakhir yang tenang dan juga estetik. Kara menggandeng tangan Diandra melewati jalan setapak di sepanjang pemakaman yang dipenuhi pohon-pohon rindang nan hijau di kanan kirinya, tatapannya lurus ke depan, menikmati nyanyian burung gereja yang saling bersahutan di atas pohon. “Tempat ini… hijau, luas, dan tenang. Anginnya juga sejuk,” Diandra berusaha mendeskripsikan suasana tempat itu.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai taman cempaka
Baca
+Pustaka
Pesona Paman Seno

Pesona Paman Seno

Yang dihiasi dengan dua pucuk berwarna pink kecoklatan yang telah menegak entah sejak kapan. "Sepertinya si kembar sudah tidak sabar ingin Paman lahap, Sayang." kekeh Seno sembari menangkup sebelah dada Rindu. Meremasnya dengan gerakan lembut namun intens. "Ahh..yeah..Paman. Remas yang lebih kuat." pinta Rindu yang mulai memperlihatkan sisi liarnya. Gyut Ouchh "Seperti ini?" smirk Seno meremas kuat salah satu gunung kembar Rindu.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai taman cempaka
Baca
+Pustaka
Pesona Tampan Papa Angkat

Pesona Tampan Papa Angkat

Emanuel membawa Bianca kesini bukan untuk melihat museum-museum yang berada di pitti palaze melainkan ingin membawanya berjalan-jalan santai di Boboli gardens, taman ini dibuat dengan sangat indah seperti halnya dalam lukisan, terdapat danau dan terasa sangat sejuk serta menyegarkan berada didalam taman ini. Setelah turun dari mobil keduanya kemudian telah memasuki wilayah Boboli gardens, Emanuel dan Bianca berjalan beriringan, disamping kanan dan kiri terdapat banyak pepohonan cukup besar dan tinggi-tinggi yang membuat area taman terasa rindang, terdapat juga tanaman-tanaman bunga-bunga yang sedang tumbuh bermekaran.
8.715.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 350 kali sebagai taman cempaka
Baca
+Pustaka
Dua Tuan Tampan

Dua Tuan Tampan

Raina merasa sedikit canggung, berlari di samping CEO besar yang biasanya hanya ia lihat duduk di dalam mobil mewah atau ruang rapat. Di tengah perjalanan, mereka harus melewati sebuah taman kecil yang indah, dipenuhi dengan pohon sakura yang sedang mekar penuh. Kelopak-kelopak merah muda berjatuhan seperti salju, menciptakan pemandangan yang magis. Raina tak bisa menahan diri untuk tidak memandang. Keindahan itu begitu memukau, sebuah keajaiban di tengah kesibukan kota.
10959 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai taman cempaka
Baca
+Pustaka
PELUKAN BERDARAH

PELUKAN BERDARAH

tanya seorang gadis—kekasihnya—dengan mata berbinar. Mereka duduk berdua di Taman Negara Tai Tam, sebuah taman yang terletak di sudut timur Pulau Hong Kong. Taman ini ditetapkan pada tahun 1977 dan mencakup area seluas 1.315 hektar, hampir seperlima dari luas daratan pulau tersebut. Bagi mereka, taman itu bukan sekadar tempat indah, melainkan saksi bisu awal pertemuan dan tumbuhnya cinta.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai taman cempaka
Baca
+Pustaka
Suamiku Ustadz Dingin

Suamiku Ustadz Dingin

ucap Kyai Zulkifli yang diangguki penuh oleh Nyai Asma. Fakih mengajak Anggi untuk menikmati sore hari di taman. Taman indah penuh dengan berbagai jenis bunga dan juga pepohonan yang tinggi menjulang. Bahkan banyak juga orang yang lewat hanya sekedar berfoto ria di taman itu. Sungguh pemandangan yang sangat indah. “Kak, kita ngapain kesini?” tanya Anggi. Dengan sebutan Kak jika berdua. Karena Anggi sudah merevisi panggilan pertamanya pada Fakih yang berupa panggilan Mas.
9.524.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 497 kali sebagai taman cempaka
Baca
+Pustaka
Si Badut Itu, Pangeranku!

Si Badut Itu, Pangeranku!

Gema terus menghubungi Cindy dan Rose, tetap nihil. Tania dan Iis pun berpamitan, meminta ijin untuk pergi ke apotik dan ke taman bunga komplek. Sudah dua bulan, di taman bunga banyak aktrasi. Ada atraksi skateboard, kuda lumping, Balon, Badut, para pencinta reptil, dan lain-lainnya. Taman Galaksi itu sangat luas, berbagai macam jenis bunga dan pohon ada. Taman Galaksi juga ada kawasan khusus anak dan para pedagang kaki lima. Iis dan Tania bercanda sepanjang jalan, sudah membeli obat-obatan untuk Ucup.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai taman cempaka
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status