Bara Dendam Sang Prabu Boko
Panukuh tampak larut dalam dunianya, jari telunjuk mungilnya mulai bergerak anggun di permukaan batu yang secara alami keras itu.
Kemudian, semua mata yang menyaksikan—Mpu Kumbayoni, Dyah Ayu Manohara, dan beberapa pengikut terdekat—terbelalak saking takjubnya. Ujung jari Mpu Panukuh, yang masih begitu lembut dan tanpa alat bantu apa pun, menorehkan guratan-guratan halus. Bukan sekadar goresan dangkal, melainkan ukiran-ukiran detail yang membentuk motif bunga padma dengan kelopak yang rumit, lalu berlanjut dengan lengkung naga yang perkasa, hingga lekukan-lekukan detail dedaunan hutan yang berukuran kecil. Ukiran itu begitu sempurna, seolah batu andesit yang keras itu adalah gumpalan tanah l
Hot Chapters