Pintu Tertutup, Begitu Juga Hatiku
Suara pecahnya tabung air berpadu dengan tatapan garang di sudut matanya, membuat seluruh ruang tamu diselimuti tekanan yang mencekam.
Para pembantu di sekitarnya menahan napas, menyusut ketakutan di sudut dinding. Pak Harto, kepala pelayan yang sudah setia bertahun-tahun, memberanikan diri maju selangkah, suaranya bergetar pelan. "Tuan, Nyonya hanya merasa ruangan terlalu pengap, jadi membuka jendela sebentar. Lagipula anginnya tidak kencang hari itu. Mungkin Nona Aruni lupa menutup selimut waktu tidur ...."
Hot Chapters