Seribu Pintu Sindukala
Sambil mengumpat kata-kata kasar, Raesaka melanjutkan langkahnya kembali, dan tiba di ruangan segi delapan yang sama.
Cahaya yang masuk ke ruangan itu lebih terang dan lantainya bersih. Di hadapannya, ada tiga pintu putih, yang mengkilat dan berukir mewah; aromanya pun wangi, seakan memberi tanda bahwa tidak ada yang layak melintasi pintu-pintu itu, bahkan Raesaka sekali pun, walau ia berseragam dan membawa simbol penegakan hukum. Tidak hanya mewah, pintu-pintu itu juga diliputi keagungan sekaligus keangkuhan. Dengan segala misteri di baliknya, ketiga pintu itu meninggi dan melengkung, seolah sedang menghakimi Raesaka dengan cara yang buruk.
Hot Chapters