Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Membiarkan Adik Iparku Meratap Di Pemakaman

Membiarkan Adik Iparku Meratap Di Pemakaman

Aku tahu bahwa meratap di pemakaman bangsawan Inglis dianggap sebagai tindakan yang tidak menghormati mendiang, tetapi kali ini aku justru membiarkan adik angkat suamiku menangis sampai meraung-raung di sana. Semata-mata karena di kehidupan sebelumnya, salah satu kerabat bangsawan Inglis dari suamiku meninggal dunia. Pengacara mengatakan bahwa suamiku berhak mewarisi harta peninggalannya dan mengundangnya menghadiri pemakaman. Adik angkatnya bersikeras ikut untuk melihat-lihat. Dia ingin menyanjung kalangan bangsawan agar menjadi pusat perhatian, bahkan berniat meratap keras di depan semua orang. Aku segera menghentikannya. "Kaum bangsawan Inglis menganggap meratap di pemakaman sebagai hal yang tabu. Jangankan kebagian warisan, kita semua malah bisa diusir!" Namun, adik angkat suamiku malah menangis dan menuduhku memandang rendah dirinya, menganggapnya tidak pantas berkenalan dengan bangsawan. Dia lalu berlari keluar dan akhirnya tewas ditembak oleh preman jalanan. Kupikir suamiku akan kehilangan kendali, tetapi dia hanya diam, menyelesaikan seluruh prosesi pemakaman, lalu mewarisi seluruh harta peninggalan itu. Enam bulan kemudian, tepat pada hari ulang tahun pernikahan kami, suamiku mengajakku ke pegunungan bersalju untuk berfoto. Begitu tiba di atas gunung, dia langsung memasukkanku ke kantong tidur dan mengikatku hingga tak bisa bergerak. "Kalau dulu kamu nggak membesar-besarkan masalah, mana mungkin Ivana lari keluar sampai ditembak mati?" Pada akhirnya, aku terkubur hidup-hidup oleh salju dan mati membeku, sementara suamiku menggunakan warisan bangsawan itu untuk menjadi pemilik perusahaan yang berhasil melantai di bursa. Saat aku membuka mata lagi, aku kembali ke hari ketika adik angkat suamiku bersikeras ingin meratap di pemakaman.
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai plot cerita
Baca
+Pustaka
Suamiku Pura-pura Amnesia Demi Selingkuhannya

Suamiku Pura-pura Amnesia Demi Selingkuhannya

Suamiku, Vincent Cornela adalah seorang bos mafia, dia diserang dalam sebuah transaksi. Begitu bangun, dia ingat semua orang, kecuali diriku. Di depan anak buahnya, dia mengumumkan bahwa Angela adalah nyonya yang baru dan memberinya posisi sebagai ahli mekanik presisi. Namun, tanpa sengaja aku mendengar percakapan mesra mereka di gudang senjata, “Kamu meminjamkan identitas nyonya padaku selama tujuh hari. Selama tujuh hari itu, aku boleh melakukan apa saja pada tubuhmu, ‘kan? “Tentu saja! Aku pura-pura amnesia hanya untuk membuatmu senang.” Aku bersembunyi di balik bayangan, kukuku menusuk telapak tangan. Aku memilih untuk tak membongkar kebohongannya. Keesokan harinya di pertemuan keluarga, Vincent merenggut paksa cincin batu hitam dari jariku. Dia membentak, menyatakan bahwa Angela adalah nyonya satu-satunya. Lalu mengusirku dari Napol dan menuntutku menyerahkan semua gambar desain senjata. Semua anak buahnya menatapku, menunggu perlawananku. Namun, aku diam saja. Detik itu juga, aku mengajukan pengunduran diri dan gugatan cerai. Vincent tak tahu bahwa hanya aku yang paham tentang teknologi perakitan senjata model baru itu dan batas waktu pengirimannya hanya tersisa tujuh hari. Tujuh hari kemudian, saat pengiriman barangnya bermasalah dan posisi keluarganya terancam hancur, aku sudah menghilang sepenuhnya. Saat kami bertemu lagi, Vincent dengan panik mencengkeram tanganku dan bertanya, “Valen, kamu ke mana saja? Kok kamu meninggalkanku?” Aku berpura-pura bingung dan bertanya, “Maaf tuan, kamu siapa? Kita kenal?”
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai plot cerita
Baca
+Pustaka
Sehidup Semati Yang Teringkari

Sehidup Semati Yang Teringkari

"Nona Nelsi, hasil tes menunjukkan kalau Anda menderita kanker pankreas stadium akhir, kondisimu kurang optimis. Setelah menghentikan pengobatan, waktu Anda hanya sisa kurang dari sebulan. Apa Anda yakin tidak ingin menjalani pengobatan? Apa suami Anda setuju?" "Aku yakin... dia bakal setuju." Setelah menutup telepon dokter, aku merasa getir ketika melihat sekeliling rumah yang kosong. Kukira hanya sakit maag biasa, tak kusangka itu kanker. Aku menghela napas dan melihat foto bersama Erik di atas meja. Di dalam foto itu, Erik yang berusia 18 tahun menatapku dengan saksama. Setelah bertahun-tahun, aku masih ingat adegan pada hari itu ketika butiran salju jatuh di rambutku, Erik tersenyum bertanya padaku, "Apa ini yang disebut menua bersama?"
26.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 994 kali sebagai plot cerita
Baca
+Pustaka
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

Cerita Diamond
Gardena yang terpaksa memilih rumah kontrakan tua yang sepi di sudut kota, demi menghemat biaya hidup usai bercerai dari suaminya yang tergoda dengan wanita lain--tak menyangka jika mereka malah bakal bertetangga dengan banyak makhluk halus. Bahkan, kedua anaknya malah terlibat dalam sebuah permainan yang sangat menyeramkan dengan bisikan Hoom Pim Pah Alaiom. Gambreng! "Ayo kembali ke sang pencipta...."
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai plot cerita
Baca
+Pustaka
Vonis Cinta Sang Hakim

Vonis Cinta Sang Hakim

Varen, seorang hakim muda harus mengurus Theo keponakannya yg ditinggal oleh kedua orangtuanya dalam sebuah kecelakaan misterius. Dia mencoba membesarkan Theo dengan penuh kasih sayang. Namun, tiba-tiba Theo memanggil seorang wanita bernama Viona dengan sebutan Mami. Viona hadir tanpa sengaja dan mengetuk hidupnya tanpa permisi. Apakah Varen bisa menguak kebenaran dibalik kecelakaan kakaknya dan membuka pintu untuk masa depan yang tidak direncanakan?.
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai plot cerita
Baca
+Pustaka
Penyesalan Abang dan Calon Suami

Penyesalan Abang dan Calon Suami

Pada kehidupan sebelumnya, demi sahabat baikku, abang dan calon suamiku bersekongkol untuk menghancurkan perusahaanku. Ketika melihat aku yang gulung tikar berdiri di tengah hujan deras, mereka berdiri di samping sahabat baikku sembari mentertawakanku. “Rose, kamu seperti seekor anjing saja!” Saat aku membuka mataku kembali, aku kembali ke acara tender proyek pada tiga tahun silam. Awal berdirinya perusahaan pada kehidupan sebelumnya, abang dan calon suamiku memperingatiku. Mereka tidak mengizinkan aku memanfaatkan kekuatan Keluarga Tiara dan Keluarga Qindara. Katanya, perbuatanku tidaklah adil bagi orang lain. Namun di balik itu, mereka justru menggunakan berbagai alasan untuk memberikan proyek kepada sahabat baikku demi mengembalikan senyum manisnya. Saat aku terlahir kembali, aku melihat mereka berdua sama seperti kehidupan sebelumnya, diam-diam mengambil proyek yang seharusnya menjadi milikku kepada sahabat baikku. Akhirnya aku pun telah patah semangat. Sewaktu mereka mengetahui kabar aku hendak ke luar negeri, abang dan calon suamiku memasang kembang api semalaman demi merayakan akhirnya terbebas dari beban sepertiku. Namun pada acara tender Grup Arkava pada tiga tahun berikutnya, aku menggunakan statusku sebagai istri presdir berpidato di atas panggung. Kedua mata mereka berdua malah memerah.
13.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 298 kali sebagai plot cerita
Baca
+Pustaka
Tamparan Sang Kakak

Tamparan Sang Kakak

Saat hendak pergi dari restoran milik adikku, tiba-tiba aku dipanggil oleh manajernya, “Permisi kak, kamu belum bayar.” Melihat wajah asing itu, aku pikir dia karyawan baru yang belum mengenalku. Jadi, aku menjelaskan dengan ramah, “Tagihkan ke bos kalian saja, dia tahu.” Manajer itu pun menatapku dengan jijik, “Kak, restoran kami ini michelin bintang tiga. Kami nggak pernah ada sistem utang seperti itu.” Usai bicara, dia menyerahkan selembar tagihan yang sudah dicetak. Aku menunduk dan melirik, sekali makan harganya satu miliar. Biaya perawatan alat makan yang kinclong, enam puluh juta. Biaya pembersihan udara khusus, seratus juta. Biaya layanan penenang suasana hati tamu VIP, dua ratus juta. Dan banyak biaya aneh lainnya lagi. Aku bahkan tidak tahu adikku membuka bisnis gelap seperti ini. Aku sampai tertawa kesal di tempat, “Aku ini kakaknya Pak Oscar. Kalau ada masalah, suruh dia pulang dan bicarakan denganku.” Namun, dia tetap mengeyel, “Makan saja nggak mampu bayar, masih sok kenal dengan Pak Oscar segala.” Aku langsung mengirim pesan ke sekretaris, [Tolong bilang ke adikku, pecat perempuan ini atau aku tarik investasinya.]
12.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 367 kali sebagai plot cerita
Baca
+Pustaka
Sebelum Nikah, Aku Dapat Foto Nikah Tunanganku dan Temannya

Sebelum Nikah, Aku Dapat Foto Nikah Tunanganku dan Temannya

Pada malam sebelum pernikahan kami, sahabat perempuan tunanganku, Reyna Triadi, mengirimkan serangkaian foto padaku. Dalam foto itu, dia mengenakan gaun pengantin yang kusiapkan untuk hari pernikahanku dan bersandar manis dalam pelukan Marvin Luthara, tunanganku. Keterangan fotonya benar-benar memancing emosi. [Pinjam calon suami dan gaun pengantinmu sebentar. Lagi pula, kata Marvin aku yang lebih cocok memakai gaun ini.] Tak lama kemudian, feed Instagram dipenuhi foto prewedding mereka berdua. Di dalam foto-foto itu, mereka berpose seolah-olah sedang berciuman. Keterangan fotonya tertulis: [Lebih dari sahabat, tapi belum jadi kekasih. Seandainya kami bertemu sepuluh tahun lebih awal, mungkin nggak akan ada kesempatan bagi orang lain.] Aku menunjukkan foto-foto itu dan menuntut penjelasan dari Marvin. Namun, dia hanya bermain gim dengan santai. Setelah melempar ponselnya ke samping, dia berkata dengan wajah gusar, "Sudah kubilang itu cuma foto iseng untuk mengenang masa muda kami. Bisa nggak kamu berhenti buat keributan? Dia baru saja didiagnosis depresi. Memangnya kenapa kalau aku menghiburnya?" Melihat betapa yakinnya dia bahwa dirinya tidak bersalah, aku tertawa. "Oke, kalau memang cinta kalian sekuat itu, aku nggak akan jadi orang jahat yang menghalangi kalian." Malam itu juga aku menyusun perjanjian penarikan investasi dan membatalkan tim medis terbaik dari luar negeri yang sedang kuusahakan untuk pengobatan ibunya. "Pernikahan kita batal. Jangan harap aku bakal terus nombokin perusahaanmu yang hampir bangkrut itu. Dan jangan harap aku bakal nolong ibumu juga." "Masa muda kamu memang mahal. Semoga kamu mampu membayar harganya."
748 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai plot cerita
Baca
+Pustaka
Ternyata Kau Injak Dua Perahu

Ternyata Kau Injak Dua Perahu

Pada tahun kelima pernikahan, Julia Trevon merasa vitamin C yang dibeli suaminya terlalu pahit. Jadi, dia membawa botol obat itu ke rumah sakit. Dokter memeriksanya, lalu mengatakan bahwa isi botol itu bukanlah vitamin C. "Dokter, bisakah kamu mengulanginya sekali lagi?" tanya Julia. "Berapa kali pun aku mengulanginya, hasilnya akan sama." Dokter menunjuk botol obat itu sambil berkata, "Ini isinya mifepristone. Kalau diminum terlalu banyak, bukan hanya bisa menyebabkan kemandulan, tapi juga akan merusak tubuhmu." Tenggorokan Julia seakan tercekat sesuatu. Tangannya yang mencengkeram botol obat itu menjadi pucat. "Nggak mungkin. Ini adalah obat yang disiapkan suamiku untukku. Namanya Victor Camden. Dia juga dokter di rumah sakit ini," ujar Julia. Dokter itu mengangkat kepala, menatap Julia dengan tatapan yang aneh, seakan ada makna yang sulit dijelaskan di sana. Akhirnya, dokter itu tersenyum. "Nona, sebaiknya kamu memeriksakan diri ke psikiater. Kami semua sudah mengenal istri Dokter Victor. Dua bulan yang lalu, dia baru saja melahirkan seorang anak. Jangan berkhayal seperti ini, kamu nggak punya harapan."
39.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai plot cerita
Baca
+Pustaka
Cinta Pertama Sumber Penderitaanku

Cinta Pertama Sumber Penderitaanku

Di kehidupan ini, aku memberi tahu ayahku bahwa aku tidak mau menikah dengan Fred. Jika harus menikah, aku lebih rela dijodohkan dengan kakak tirinya, Zico. Ayahku sangat terkejut karena seluruh kota tahu bahwa aku telah mengejar Fred selama sepuluh tahun penuh. Namun, di kehidupan sebelumnya, aku meninggal karena mengalami distosia. Setelah itu, aku baru tahu bahwa anak dalam kandunganku bukanlah darah dagingku. Itu adalah anak Fred dan mahasiswi kedokteran miskin yang dibiayainya. Ironisnya, mereka bisa hamil berkat obat yang kuciptakan. Setelah aku mati, mereka bertiga hidup bahagia layaknya keluarga sempurna. Karena itu di kehidupan ini, aku akan merestui hubungan mereka. Aku ingin lihat, tanpa obat yang kukembangkan, bisakah mereka tetap sebahagia dulu? Yang tak kusangka, saat Fred melihat cincin pemberian kakaknya di jariku, dia langsung menggila.
9.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai plot cerita
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status