Konflik itu seperti bumbu dalam masakan cerita—tanpanya, semua jadi hambar. Salah satu teknik favoritku adalah menciptakan karakter dengan nilai-nilai yang bertolak belakang. Misalnya, protagonis yang idealis versus antagonis yang pragmatis. Bukan sekadar 'baik vs jahat', tapi lebih dalam: clash filosofi hidup. Di novel 'The Midnight Library', konflik utamanya justru internal—tokoh melawan penyesalan dirinya sendiri. Kuncinya di sini: buat pembaca memahami kedua sisi, bahkan jika mereka tak setuju.
Jangan takut untuk memperpanjang ketegangan. Drama terbaik seringkali muncul ketika konflik tidak langsung meledak, tapi mengendap seperti bom waktu. Serial 'Breaking Bad' menguasai ini dengan sempurna—setiap episode menambah lapisan konflik baru, dari masalah finansial, keluarga, hingga moral. Biarkan karaktermu berimprovisasi dalam tekanan, karena di situlah kepribadian mereka benar-benar bersinar.