Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Negeri Tanpa Penghuni

Negeri Tanpa Penghuni

"Bohong, kau selalu tertarik dengan uang!" "Akh, uang yang kau punya tidak ada apa-apanya. Terlalu ...." "Sedikit? Akh, aku bisa memberi dirimu cek dengan angka yang bisa kau tulis sendiri." Muhsin akhirnya menoleh. "Akh, sudah aku duga. Kau selalu tertarik dengan uang." James akhirnya sampai di bawah pohon. "Hei, kau jangan naik! Aku bisa membunuhnya jika kau berani mendekat."
104.5K viewsCompletedAdded to Library 124 Times as pohon uangku
Read
+Library
Kultivator Surgawi

Kultivator Surgawi

Bagi seorang ahli penyempurnaan senjata seperti mereka, uang bukanlah masalah. Ji Yao tentu saja tidak menyangka bahwa Chu Jianqiu memiliki Menara Tertinggi Kekacauan, raksasa yang melahap uang. Berapa pun uang yang dia hasilkan, dia akan selalu kekurangan uang. Tiga ribu poin kontribusi, Chu Jianqiu benar-benar kekurangan uang. "Senior Chu, bolehkah saya berdiskusi dengan Anda?" Ji Yao berpikir sejenak, lalu menatap Chu Jianqiu dan bertanya dengan hati-hati.
1028.2K viewsOngoingAdded to Library 1.1K Times as pohon uangku
Read
+Library
Ini Uangku, Mas!

Ini Uangku, Mas!

Ini uangku, Mas Part 13 (ngintip di balik pohon) Pov Bu Ros (ibu mertua Mita) "Awas ya, kalau kamu bohong! nggak mungkin deh si Mita tiba-tiba banyak emas dan bagi-bagi duit. Belum juga sehari," ucapku saat kami melangkah ke rumah bu Tita. Kuangkat daster panjangku hingga selutut demi melangkah cepat.
1073.4K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as pohon uangku
Read
+Library
Aku Bukan Mesin Pencetak Uang

Aku Bukan Mesin Pencetak Uang

decih Mas Adam dengan wajah kesal. 'Memang ibu cerita apa?' batinku. "Memangnya Ibu menceritakan apa sama Mas Adam?" balasku penasaran. "Semuanya. Jika kamu tidak memiliki uang mengapa kamu memberikan uangmu pada panti asuhan Pak haji. Kamu pikir Mas ngak tau!" decih Mas Adam dengan nada sinis.
106.6K viewsCompletedAdded to Library 178 Times as pohon uangku
Read
+Library
Pernikahan Dadakan dengan CEO

Pernikahan Dadakan dengan CEO

“Oh, nggak apa-apa. Cuma tanya saja. Waktu aku beli bunga di sini, bos kalian ada. Aku penasaran saja kali ini dia nggak kelihatan. Tolong pilihan dua pot kacang saba, dong. Bunga yang di rumahku sudah layu. Aku mau ganti yang baru.” Tanaman kacang saba yang ada di vilanya sekarang Giselle beli di tokonya Rosalina. Tanaman kacang saba, atau juga dikenal dengan pohon uang, melambangkan kekayaan jika dirawat dengan baik. Benar saja, kondisi keuangan Giselle sekarang cukup baik karena secara materi, ada Lota yang selalu memberi uang jajan. Dengan membeli dua pot lagi, siapa tahu Giselle bisa dapat lebih banyak uang. Jika suatu hari nanti Lota sudah tidak membutuhkannya lagi, Giselle bisa pergi
9.55.5M viewsCompletedAdded to Library 141.7K Times as pohon uangku
Show Reviews (863)
Read
+Library
Mawar Merah
cerita ini alur ceritanya bagus,aq jg suka,tokoh dalam bacaan Olivea dan Stefen bkn penasaran,tapi sayang tdk biaa langsung baca,hrs beli koin,padahal gk tau caranya bagai manacaranya bisa baca tanpa hrs beli koin,smg apa yg kuhatapkan dikabulkan,jadi bisa baca ceritanya gak terputus bs sampai akhir
Sumarni Wati
ceritanya menarik sekali cuma harus beli koin terus mahal.. saya sudah habis lebih dari 1 juta belum selesai juga novelnya.. alangkah lebih baik jika konsumen dikasih reward yang lebih besar karena sudah setia mengikuti good novel. biar tambah banyak pelanggan setia nya... semangat penulis..good job
Read All Reviews
KUCURI UANG SUAMIKU YANG PELIT

KUCURI UANG SUAMIKU YANG PELIT

KUCURI UANG SUAMIKU YANG PELIT (10) "Nin, ini uang tiga ratus! Cukup-cukupkan untuk sebulan! Cuma itu uang yang bisa mas pinjam dari teman! Ingat, kamu harus masak yang banyak karena mulai hari ini mas mungkin sering makan di rumah timbang di luar soalnya kamu tahu sendiri uang mas habis diambil orang!"
2.4K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as pohon uangku
Read
+Library
KUPULANGKAN UANG SUAMIKU

KUPULANGKAN UANG SUAMIKU

"Dasar mata duitan kamu. Uang aja selalu habis kamu pakai. Sekarang bonus ku juga mau kamu kuasai. Ini buat aku dan Ibu. Aku udah janji mau belikan dia kalung emas! Ini untuk kamu!" Dengan kasar Bang Hadi memberikan aku uang dalam amplop. Dia lalu pergi masuk ke kamar. Aku menghela napas. Uang bulanan yang pas satu juta dan membuat aku harus susah payah agar uang itu cukup. ** "Ratna ...." Suara Bang Hadi keras memanggil ku. "Ratna ... Ratna ...." "Apa sih, Bang. Jangan teriak-teriak!" kataku juga dengan lantang.
939.9K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as pohon uangku
Read
+Library
Uangku Bukan Uangmu, Mas!

Uangku Bukan Uangmu, Mas!

ujar Dini. "Oh, itu mah salah kalian sendiri mungkin kalian banyak hutang kali. Kalau aku mah kalau yang udah namanya hutan, Big no! Aku nggak akan lakuin itu! Satu lagi dengan boros, nggak usah kalau suka memang mewah-mewahan." Mel berkata congkak seolah meremehkan orang-orang yang mempunyai hutang. Ya tuhan, seharusnya nasir india katakan itu tadi dituju pada dirinya sendiri. Bukankah dia ya beda hutang sana sini, sama aku aja masih tersisa begitu banyak hutang yang tidak pernah dibayar.
7.482.7K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as pohon uangku
Read
+Library
Madu Di Kamar Tamu

Madu Di Kamar Tamu

ujar Bisma sombong. "Tumben pake traktir segala. Kamu dapat jackpot atau menang lotre?" "Nggak, cuma aku sudah mendapatkan pohon uang. Aku bisa mendapatkan uang kapanpun yang aku mau." "Wah, bagi-bagi dong Bro kalau punya uang." "Tenang-tenang. Aku pasti akan mentraktir kalian setiap aku mendapat uangnya." "Nah gitu dong. Itu baru teman kami."
2.1K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as pohon uangku
Read
+Library
Pembalasan Dendam Sang Putri Adipati

Pembalasan Dendam Sang Putri Adipati

Dia memelototi Ayu sambil berkata dengan marah, "Uang kembalian dari beli benih bunga? Memangnya benih bunga yang kamu beli berasal dari tumpukan pohon?" Kama menyerahkan untaian koin tembaga itu kepada Abista. "Kak, lihat. Ada beberapa jejak bubuk kayu di untaian koin tembaga ini. Ini semua hasil kerja kerasku membantu penduduk desa menebang pohon. Hanya koin tembaga yang mereka berikan padaku yang punya jejak seperti itu." Hanya lima atau enam koin tembaga di untaian itu yang memiliki jejak bubuk kayu. Berhubung tidak terlihat jelas setelah kering, Kama tidak menyadarinya kemarin.
9.3256.6K viewsCompletedAdded to Library 5.4K Times as pohon uangku
Show Reviews (46)
Read
+Library
Rini Hamid
beberapa kali baca novel diaplikasi ini, novelnya bagus, alurnya menarik, tp yg bikin bosan dan malas, terlalu panjang bab nya sampai ratusan bahkan ribuan, akhirnya.. malas sendiri dan memilih TDK melanjutkan membaca, sebagus dan semanarik apapun pasti bosan.......... semoga novel ini tdk demikian
Tetty Mulyowati
semoga cerita. ini tdk melulu tentang wanita yg tertindas,dianiaya dibuly,selalu jd korban pelecehan dan penganiyaan....sedih saya wanita yg ingin membaca dan mendengar wanita yg bahagia aman,nyaman,dan disayangi...apa trend nya begini cerita2 sekarang....
Read All Reviews
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status