REUNI
tanya Tama, menahan tawa.
Kepalaku makin mengebul saja. "Nggak usah dengarkan dia," ujarku jengkel. "Kalian, please, kita jadi tontonan di sini. Apa di antara kalian nggak ada yang waras?"
"Jangan minta aku buat ngalah ya, Win," tekan Tama yang masih menggenggam pergelangan tanganku erat-erat.
"Dan Anda pikir, saya mau mengalah?" balas Luffy. Sorot matanya tajam dan dalam. Dan aku cukup ngeri melihatnya.
Hot Chapters