Nikahi Aku Mas Cleaning Service!
tanya Raman dengan suara parau, berusaha tetap menjaga kendali diri.
“Sudah sangat yakin,” jawab Lusty mantap, lalu menarik tangan Raman dan meletakkannya di pinggangnya. “Jangan khawatir. Lakukan apa yang membuat kita sama-sama nyaman.”
Raman menghela napas panjang, lalu mengangguk perlahan. Ia mendekatkan tubuhnya, membaringkan Lusty dengan lembut di atas sofa yang empuk itu. Jemarinya yang kasar akibat pekerjaan sehari-hari mulai menyentuh kulit halus Lusty dengan sangat hati-hati, seolah menyentuh barang paling berharga di dunia.