Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PERANGKAP PANAS CEO DINGIN

PERANGKAP PANAS CEO DINGIN

Sementara tiga orang lainnya tengah meletakkan pesanan Luke di meja. “Ini adalah teh terbaik kami, Tuan. Teh Pu Erh yang langsung kami dapat dari petani Yunnan, Tiongkok,” kata sang manager. Mendengar kata terbaik, Ellshora menelan ludah. Bibirnya membentuk senyum ragu. “Hm ... maaf, Tuan. Berapa harga untuk pesanan kami ini, ya?” tanyanya pada sang manager.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai poster iklan teh pucuk
Baca
+Pustaka
Tukang Pijat Super

Tukang Pijat Super

Wajahnya memerah seperti paprika, keringat mengucur deras bagai orang baru lari maraton. “ASTAGA! Ini bukan mercon, ini ledakan nuklir!” teriak Dinda sambil kepanasan. Juned menggeleng melihat kelakuan Dinda yang di luar kebiasaan wanita pada umumnya Ibu penjual menimpali sambil terus meracik es teh. “Tadi ada mas-mas ganteng pesan 1 porsi aja mukanya kayak habis dikerjai dukun!”
10241.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.8K kali sebagai poster iklan teh pucuk
Tampilkan Ulasan (30)
Baca
+Pustaka
Kaisar Dewa
Izin promosi ya kak ... Hai, semua. Bila kalian berkenan silahkan baca buku saya. Judulnya “Sang Menantu Terkuat”. Nama pena Kaisar Dewa. Berkisah tentang seorang menantu dewa perang yang diselingkuhi dan diceraikan oleh istrinya di ulang tahun pernikahan mereka. Simak kisahnya…. Terimakasih bany
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Dapatkan Mansion di Awal

Dapatkan Mansion di Awal

Paman Kedua menyeruput teh, lalu wajahnya mendadak berubah. “Hisss—” “Nanzi, ini teh kamu seduh pakai apa?!” “Tai Ping Hou Kui.” Apa?! Tai Ping Hou Kui?! Teh super mahal itu?!
1013.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 447 kali sebagai poster iklan teh pucuk
Baca
+Pustaka
Biaya Selamatan Meninggalnya Bapak

Biaya Selamatan Meninggalnya Bapak

Baju atau sandal karena paper bag itu bertuliskan Indah shop lengkap dengan alamatnya. Vita dan keluarganya sedang asyik menikmati hidangan yang kusuguhkan. Satu teko besar teh sudah habis. Hari ini memang cukup panas sehingga haus apalagi setelah bepergian seperti mereka. "Kenapa nggak dibuka oleh-olehnya, Mbak," kata Vita sambilmemgaduk minuman. "Boleh dibuka sekarang?" "Boleh lah, Mbak." Vita tersenyum.
18.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 412 kali sebagai poster iklan teh pucuk
Baca
+Pustaka
PETAKA SALAH POSTING

PETAKA SALAH POSTING

sahutku. Kalau aku ngga beli diapers, bisa-bisa langsung diusir oleh mertua saat tiba nanti. Padahal aku sekalian mau numpang makan. Mertuaku biasanya masak enak kalau ada cucunya datang. Bergegas aku merapikan barang-barangku dan berjalan menuju kassa untuk membayar es teh manis pesananku tadi. “Mas Reno? Ngapain?” Tepukan halus hampir saja membuat jantungku copot.
1054.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai poster iklan teh pucuk
Baca
+Pustaka
SUAMI BILLIONER YANG DINISTAKAN

SUAMI BILLIONER YANG DINISTAKAN

Radit mengendus aroma dari tehnya. "Apa yang kamu lakukan? Kado itu sangat mahal dan berharga bagi Nenek! Kenapa sampah sepertimu mengotorinya?" ujar Dani marah. Radit mengerutkan keningnya lalu berkata, “Biasanya, semakin lama tehnya beredar di pasaran, baunya akan semakin harum dan harganya semakin mahal. Tapi, sayangnya banyak penjual yang melakukan penipuan dengan mempermainkan harga dan menjualnya kepada orang kaya bodoh yang tidak mengerti teh.”
8.7105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai poster iklan teh pucuk
Baca
+Pustaka
Kekuatan Harvey York untuk Bangkit

Kekuatan Harvey York untuk Bangkit

Harvey duduk di taman gantung dan menuangkan secangkir Teh Hitam untuk dirinya sendiri, merasa hangat dan segar. Aurora duduk tepat di depannya, menggigil sangat ketakutan. Harvey tersenyum padanya dan menuangkan secangkir teh untuknya. “Silahkan, Nona Selebriti. Minumlah ini untuk menghilangkan stresmu.” “Ini Teh Gunung Es. Baru diimpor tahun ini. Satu pon bernilai sekitar tujuh puluh enam ribu dolar di pasar.” Aurora sedang tidak ingin mencicipi tehnya sama sekali. Dia mengambil cangkir itu, tubuhnya masih gemetar tak terkendali, dan dia meneguk tehnya sekaligus.
9.139.5M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 830.0K kali sebagai poster iklan teh pucuk
Tampilkan Ulasan (17437)
Baca
+Pustaka
Yohanes Agung
Pg bosquu , ke inget trus sdh ada blum nih kelanjutan nya ........., ternyata begitu dibuka blum ada .., ayo dong .., buatlah kepuasan pembaca.., mumpung pada liburan .., krn begitu sdh masuk kerja lagi .., saya pastikan , pembaca sdh sibuk bekerja lagi…, karena situasi lagi gak musim duit ............
Ozinita
...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️
Baca Semua Ulasan
Suamiku Bukan Petani Teh Biasa

Suamiku Bukan Petani Teh Biasa

Ia meletakkan sendok dan garpunya sebelum memandang Wulan tajam. Pagi ini mereka sedang sarapan bersama. Seperti biasa, Tinah, Mbok Sum dan Wulan lah yang menyiapkan sarapan. Pagi ini Bagas memang tidak akan mengawasi panen di kebun teh. Melainkan menemui beberapa investor yang menawarkan kerjasama untuk memproduksi teh yang functionality, body immunity, equity-wellbeing, dan ecofriendly. Sejak pandemi covid 19 gaya hidup penikmat teh telah berubah. Dari sebelumnya yang hanya mengkonsumsi teh tradisonal dan teh hitam tipe broken, sekarang mereka menyukai teh hijau, teh herbal atau fruit tea. Para investor itu ingin mengajak Bagas bekerjasama. Begitulah obrolan Bagas dengan para investor kema
1043.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai poster iklan teh pucuk
Baca
+Pustaka
Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan

Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan

"Cari tahu pabrik atau distributor mana saja yang menampung pucuk tehnya. Gunakan proksi perusahaan cangkang kita yang berada di Singapura atau Cayman. Berikan subsidi harga daun teh kompetitor sebesar lima puluh persen. Paksa semua pabrik itu untuk memutus kontrak dengan Handoyo secara serentak dalam waktu empat puluh delapan jam." "Memotong urat nadinya secara langsung. Dimengerti, Pak. Subsidi lima puluh persen akan memakan biaya belasan miliar. Tapi bisa saya samarkan sebagai marketing loss di dalam laporan keuangan proksi," jawab Anton tanpa ragu sedikit pun. Belasan miliar hanyalah uang receh bagi brankas Yayasan Adhiguna.
14.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 538 kali sebagai poster iklan teh pucuk
Baca
+Pustaka
Tertawan Gairah CEO Arogan

Tertawan Gairah CEO Arogan

Kemudian mereka berjalan sekitar 500 meter menuju ke toko Tee Salon Iki, itu adalah toko yang menjual aneka teh bubuk dan teh celup yang bisa dibawa pulang untuk dijadikan oleh-oleh. "Selamat datang, ada yang bisa kami bantu?" tanya lelayan toko. Jack buka suara, "Kami ingin mencari teh hitam dan teh buah." "Baik Pak, untuk teh hitam dan teh buah kami tersedia dalam bentuk bubuk, bagaimana?" "Boleh, kami ambil lima box." "Baik Pak, silakan..." "Apa itu tidak kurang?" tanya Kimberley. Jack tanpa basa-basi, "Baiklah Pak, tambah dua box lagi yang teh hitam."
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai poster iklan teh pucuk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status