Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pertaruhan Hati di Tengah Dendam

Pertaruhan Hati di Tengah Dendam

Tulisan tangan ibunya yang begitu akrab terpampang di hadapannya. [Anakku tersayang, saat kamu membaca ini, aku sudah tiada. Jangan membenciku, dan jangan membenci siapa pun. Aku hanya pergi untuk menjalani hidup yang selalu kuinginkan.] [Aku berharap kamu tumbuh menjadi pria yang baik, menemukan cinta sejati, dan hidup bahagia secara sederhana. Ingatlah, Ibu akan selalu mencintaimu.]
18.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 690 kali sebagai puisi ibu tersayang
Baca
+Pustaka
Penyesalan Ibu Setelah Aku Tiada

Penyesalan Ibu Setelah Aku Tiada

Valentine menarik lengan baju ibunya dan berucap, "Ibu, kamu harus janji ya. Ibu yang terbaik. Aku sayang sekali sama Ibu! Kamu satu-satunya ibuku!" "Mungkin Virginia lagi sibuk dan nggak bisa angkat telepon. Coba kita telepon lagi." "Sibuk? Nggak bisa angkat telepon?" Ibu terkekeh-kekeh mendengarnya. "Sejak kecil, dia cuma bisa buat repot. Dia kira dirinya sudah dewasa. Huh! Menyedihkan sekali!" Saat ini, aku yang menyaksikan semua dari atas merasa sangat kecewa. Kukira kematian bisa membuatku terlepas dari kebencian. Siapa sangka, harapan terakhirku harus pupus.
13.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 387 kali sebagai puisi ibu tersayang
Baca
+Pustaka
Ketika Adikku Inginkan Suamiku

Ketika Adikku Inginkan Suamiku

Sengaja aku merangkai kalimat tanya ini, untuk kugunakan sebagai senjata menggiringnya pada masalah ibu. “Sangat. Kau wanita yang sempurna, Sayang,” jawabnya meraba pipi dan berakhir di bibirku. “Syukurlah aku tidak mengecewakanmu. Aku harus berterima kasih pada Ibu yang telah melahirkan aku, dengan tubuh yang sempurna ini, sehingga bisa memuaskan suamiku,” lirihku mulai ke sasaran.
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai puisi ibu tersayang
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikah dengan Paman Mantan

Terpaksa Menikah dengan Paman Mantan

****** Hanya petikan kata untuk para ibu. Dear Ibu, apa kabar? Kerinduan itu memuncak lagi, lewat berbagai mimpi. Pada yang telah memberi kasih sayang, yang tak pernah menampakkan kelelahan, yang selalu menungguku menyiapkan berbagai makanan. Kadang sampai terlelap, masih dengan bola mata terkantuk-kantuk menunggu kedatangan ku pulang ke rumah karena kegiatan.
1017.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 406 kali sebagai puisi ibu tersayang
Baca
+Pustaka
Simpanan Ayah Mertua

Simpanan Ayah Mertua

Tak sanggup lagi mengucapkan kata-kata apapun karena ia tak pernah merasakan kebahagiaan hingga titik tertinggi seperti ini. “Bu, apakah kamu lihat? Anakmu berada di tempat yang sangat indah bersama suaminya. Bu, lihatlah anakmu ini, begitu diratukan oleh suaminya. Bu, andai saja Ibu disini?” gumamnya dalam hati. Sebelum menggenggam tangan Rendi dan berjalan beriringan untuk masuk. “Bu, aku merindukanmu.”
1038.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai puisi ibu tersayang
Baca
+Pustaka
Petaka yang Kuciptakan

Petaka yang Kuciptakan

Yogi menatap Ifan penuh iba "apa tumbalnya harus ibumu?." "Orang yang punya hubungan darah denganku, orang itu adalah ibu, aku sangat menyayangi ibuku," ungkap Ifan lirih. "Semua akan berlalu begitu saja percayalah," Yogi berusaha menenangkan. "berlalu bagaimana? Jika tau aku harus mengorbankan orang terkasih, jika tau harus keluargaku aku tak akan melakukan ini, aku merasa dijebak." Jelas Ifan.
893 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai puisi ibu tersayang
Baca
+Pustaka
TERPAKSA JADI PENGANTIN PENGGANTI IBUKU

TERPAKSA JADI PENGANTIN PENGGANTI IBUKU

"Oh, Sayangku, Mami bilang apa saat mabuk? Moga nggak meracau yang nggak-nggak. Maafkan Mami, ya, Sayang ...." "Nggak apa-apa, Mi." Prisha menahan air mata. "Sha lega, Mami lupa. Mami lagi nggak sadar." "Mami sangat menyayangimu, Nak. Hanya kamu permata hati Mami. Mami gak punya siapa-siapa lagi selain kamu." "Sha juga." Prisha meraih jemari ibunya, lalu menempelkannya ke pipi. "Percayalah ama Sha."
10107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai puisi ibu tersayang
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Rimbun Cahaya
Haloo teman-teman, nggak kerasa udah akhir Ramadhan. Cerita ini juga udah menjelang ending. Mohon maaf jika agak slow update berhubung mendekati hari raya. Setelahnya mudah-mudahan bisa lancar update lagi. Semoga kalian terus membersamai kisah ini... Love love sekebon buat kalian
Ghina1430 Munawarah
halo Thor boleh saran ga ...... maaf Thor ini crtanya sdh mau selsai ..sblum selsai tolong jgn lupa kisah nya Keyko sama erzhan Thor .semngt Thor .di tunggu up date nya Thor ..jgn lama2 ya Thor ... terimakasih
Baca Semua Ulasan
Nana Kecil01
Suka sekali dengan karakter Khayra. tdk mudah ditindas sekalipun lemah. Juga Kaivan, dia gagah sekali didepan kakek komar. Semangat untuk kaka Author, semoga ceritanya bisa selesai sesuai yg di inginkan. ceritanya bkin menagih. dari bab 1 sampe akhir maraton. ditunggu Up nya kak............
Lily
Kisah yang bikin emosi dan ikut merasakan sakit hati yang amat terdalam dan tidak menyangka akan dikhianati seperti ini jelas saja khayra akan membalas dendam sama mereka yang sudah bikin hidup nya hancur, karya novel kak Indri memang tak akui jempol ...... tak pernah di ragukan lagi novel-novelnya ...
Baca Semua Ulasan
Status Talak di FB Suamiku

Status Talak di FB Suamiku

Ibu, sinar kasih dalam senyum lembut, penuh pengorbanan seperti embun pagi meresapi bunga kehidupan. Dalam tatapannya, dunia terhampar seperti lautan tak terhingga, tiada batas untuk cinta yang mengalir dalam setiap detiknya. Ia adalah pelindung setia, tempat berlindung dari badai hidup, dan sang pemandu dalam lorong gelap. Ibu, nyanyian lembut yang mengalun dalam setiap doa, mengukir jejak keabadian di hati yang mencintai.
1049.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai puisi ibu tersayang
Baca
+Pustaka
ZAHA REBORN

ZAHA REBORN

Rasa itu kembali hadir saat ini, rasa disayang oleh seorang ibu membuat hatiku larut dalam keharuan. "Bu.." Panggilku pelan padanya, berhasil membuat matanya memancarkan binar bahagia. "Kamu sudah ingat ibu, nak?" Tanyanya penuh harap. Aku menggelengkan kepalaku, "Maaf, bu! Aku tidak bisa mengingatnya. Tapi, Aku bisa merasakan rasa sayang ibu padaku, terimakasih." Ucapku tulus sambil tersenyum padanya.
9.8123.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai puisi ibu tersayang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status