Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Stetoskop Hati

Stetoskop Hati

“Betul sekali, terima kasih Melia dan Jensen.” Aku menerangkan sedikit materi tentang puisi dan memberikan contoh puisi dari penyair-penyair hebat di Indonesia, seperti Chairil Anwar, Khalil Gibran, dan Sapardi Djoko Damono. Mereka sangat antusias membacakan puisi-puisi yang aku tampilkan lewat layar proyektor. “Nah, sekarang kalian coba tulis puisi mau tentang ayah, ibu, atau keduanya. Waktunya tiga puluh menit. Nanti Kakak periksa hasilnya.”
9.815.4K viewsOngoingAdded to Library 571 Times as puisi merdeka
Show Reviews (11)
Read
+Library
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Read All Reviews
POEDJAN

POEDJAN

” *** Dedeng tidak ingin berbasa-basi dengan manusia hari ini, terlebih pada mereka yang tengah mengerjakan cetakan harian yang mencoba mengusung tema kemerdekaan ketika Olanda saja masih berjalan dengan senjata di punggung mereka. Beberapa hari lalu seperti yang sudah-sudah, seseorang mengirimkan sebuah naskah hikayat. Hikayat ini tentu menggegerkan jagat perpujanggaan lantaran seorang penulisnya menjunjung harkat martabat wanita sedemikian tinggi hingga sebagian lelaki merasa terancam karena karya tersebut. Hikayat dengan judul “Pernahkah Kita Pulang?” sampai ke kantor Surat Kabar Tempoe. Hikayat itu berbentuk imajinasi–sebuah fiksi. Menceritakan tentang seseorang bernama Poetri yang memen
105.6K viewsOngoingAdded to Library 149 Times as puisi merdeka
Read
+Library
Istri yang Kau Buang

Istri yang Kau Buang

Sementara ibu mertua semakin menunjukkan rasa benci dan tak lagi menginginkan keberadaan Sofia sebagai menantu. Namun mengingat kondisinya saat ini, Sofia tak bisa berbuat apa-apa. Dia harus tetap bertahan, entah sampai kapan. Wanita itu kemudian bangkit berdiri lalu berjalan ke arah lemari kayu dekat jendela. Dibukanya pintu lemari, lalu menarik sebuah laci hingga tampaklah isi di dalamnya. Menarik napas panjang, Sofia lalu meraih dua buah benda pipih berwarna putih dengan dua garis merah. Dia sengaja mengeceknya dua kali untuk memastikan kalau dirinya memang benar-benar hamil. Diusapnya benda pipih itu lalu tangan berpindah mengelus pelan perut yang masih rata. Air mata kembali menetes men
98.4K viewsOngoingAdded to Library 201 Times as puisi merdeka
Read
+Library
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

Siapa gerangan yang berhak bersanding denganmu? Aku hanyalah Senja yang selalu takut mendekatimu... Berharap ketika kau membenciku... Pantaskah aku memperjuangkanmu? Puisi sang Senja yang sedang merindu. Ia tulis di sebuah kertas dengan pena pemberian raja sewaktu ia mengikuti sayembara puisi untuk sang putri. Ia sangat dekat dengan raja tapi tidak tahu maksud kedekatan itu karena memiliki perasaan dengan sang putri. Sayembara itu hanyalah hadiah berupa uang bagi rakyat jelata sepertinya. Ibunya menjadi dayang. Ayahnya menjadi Prajurit. Sedangkan dirinya hanya bisa membantu kedua orang tuanya jika ada bantuan. Kalau ditanya hobi, ia memiliki hobi memandang sang putri. Sementara cita-citanya
105.2K viewsOngoingAdded to Library 193 Times as puisi merdeka
Read
+Library
Si Buta Dari Sungai Ular

Si Buta Dari Sungai Ular

Kalau ku puas apa adanya, aku pun akan merdeka! Terdengar lantunan syair dari seseorang. Belum hilang gaung merdu suara sajak itu, tahu-tahu di luar tempat pertempuran telah berdiri tegak seorang lelaki tua tinggi kurus berpakaian putih-putih!
1053.0K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as puisi merdeka
Show Reviews (26)
Read
+Library
KSATRIA PENGEMBARA
INovel terbaru saya PENDEKAR KERA SAKTI Baraka adalah SANG PEWARIS PARA DEWA yang telah diramalkan kelahirannya sejak Seribu Tahun Yang Lalu. Baraka memiliki takdir yang akan menjadi ujian bagi dirinya untuk naik kelangit dan menjadi seorang dewa. Baca kisahnya dalam : PENDEKAR KERA SAKTI
Zhu Phi
Ijin promosi thor ... Pendekar Kitab Iblis Dunia Persilatan gempar oleh terbunuhnya Pendekar golongan putih dan hitam secara misterius. Pelakunya dikenal sebagai Hantu Dunia Persilatan yang selalu membuka Kitab Iblis yang bercahaya. Siapakah dia? Ikuti kisahnya ya. Update tiap hari. Terima kasih.
Read All Reviews
Merindu Suamimu

Merindu Suamimu

"Ya kayak kita berdua ini, meski sudah berpisah lama. Sama-sama nggak tahu tinggal di mana, kabarnya gimana, sama-sama masih menyimpan rasa. Lalu, dengan begitu mudahnya semesta menautkan hati kita lagi di saat yang tepat." "Duuh, bahasanya dalem banget." Aku terkekeh kecil. "Kayaknya Abang bisa deh jadi salah satu penyair pendatang baru tahun ini. Nanti aku yang jadi editornya deh," sambungku disambut cubitan gemas di pipi sebelah kanan. Hobbynya belakangan ini. "Aku serius, Lisa." Bang Fino semakin merengkuh tubuhku, bahkan dengan santainya ia mengunci kedua kakiku dengan tungkainya.
102.5K viewsCompletedAdded to Library 58 Times as puisi merdeka
Read
+Library
Mengantar Nyawa setelah hari raya

Mengantar Nyawa setelah hari raya

Girang Rumana dalam hati. "Sumebyar ing sukmo madu sarining perwito. (Menyebar ke jiwa madu sarinya perwita). Maneko warno prodo, mbangun projo sampurno. (Aneka warna prada, membangun diri yang sempurna). Sengkolo tido mukso, kolobendu nyoto sirno. (Kesialan pasti musnah, musibah matapetaka nyata hilang). Tyasing roso mardiko.(Timbullah rasa merdeka atau bebas)."
2.4K viewsCompletedAdded to Library 93 Times as puisi merdeka
Read
+Library
Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

"Dalam babak kedua, dewan juri menyediakan tiga kartu berisi kata. Peserta harus membuat puisi pendek dengan kata tersebut. Siapa yang paling cepat dan dalam maknanya, jadi pemenang." Kartu pertama dibuka. Kata sungai tertulis di sana. Begitu kata itu ditunjukkan, Shu Yi segera mengucap puisinya. [Sungai mengalir tak kenal lelah. Seperti hidup yang mengarunginya] Dewan juri mengangguk-angguk dan sepakat bahwa karyanya layak dipilih. Dengan demikian, dia dapat satu poin. Kartu selanjutnya dibuka. Kata Damai tertera jelas.
1026.1K viewsCompletedAdded to Library 677 Times as puisi merdeka
Read
+Library
Bentala dan Nabastala

Bentala dan Nabastala

Boni pun mulai membaca, “Sajak Putih, karya Chairil Anwar. Bersandar pada tari warna pelangi Kau depanku bertudung sutra senja Di hitam matamu kembang mawar dan melati Harum rambutmu mengalun bergelut senda Sepi menyanyi Malam dalam mendoa tiba Meriak muka air kolam jiwa,” “Dan dalam dadaku memerdu jiwa Dan dalam dadaku memerdu lagu Menarik menari seluruh aku Hidup dari hidupku, pintu terbuka Selama matamu bagiku menengadah
2.7K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as puisi merdeka
Read
+Library
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

Kupikir darah beningku kian kering Kau tumpahkannya terlalu sering Ternyata masih memancar terlalu liar Saat kita hampir terpencar Kuyup pada mataku Lara pada dadaku Mungkin kau tak peduli itu Hari ini di sini Kau pahat tubuh dan mataku Luka-luka lebar tak berdarah Kau hempas aku ke cadas keras Setelah kau lambung jauh ke atas Duhai kekasih, Untuk apa kau tanam kembang Jika tercabut sebelum mekar Untuk apa nama terpatri Jika terhapus tanpa permisi Untuk apa menitip bongkah hati dalam genggamku Jika tak pernah jadi milikku Sayang, apa kau tahu? Saat kau jauh... Puisiku Habis kata
106.1K viewsCompletedAdded to Library 232 Times as puisi merdeka
Read
+Library
PREV
1234569
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status