Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tamu yang Tak Diundang

Tamu yang Tak Diundang

"Hai." Seorang wanita cantik menyapaku ramah dengan melempar senyum manis saat pintu kubuka. Aku hanya membalasnya dengan senyuman tipis yang dipaksa. Wanita itu masih memandangku ramah dengan sesekali mencari celah ke arah belakangku seperti sedang mencari seseorang. "Boleh masuk?" tanyanya kemudian karena aku masih berdiri di depannya. Belum mempersilakannya masuk. Sengaja. Aku juga masih memegang erat sisi tepi daun pintu agar tidak terbuka lebar. Inginku pintu ini segera menutup dan mencegah wanita ini masuk ke dalam rumah. "Bisakah tidak datang hari ini? Kami ada acara keluarga," ujarku tanpa basa-basi melontarkan pertanyaan itu padanya. Berharap wanita di depanku ini mengert
1028.9K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as puisi rumahku
Read
+Library
Menjandakan Istri Demi Selingkuhan

Menjandakan Istri Demi Selingkuhan

"Annasta binti Lukman, pada hari ini kuceraikan kamu dan kuharamkan kakimu memasuki rumah ini!" tegas Jasen suamiku. Bagai tersambar petir kalimat sakral keluar dari bibi tipis yang menggoda milik Jasen--suamiku. Beberapa hari aku sembuhkan luka dan mencoba mengerti akan inginnya. Akhirnya aku terusir dari rumah yang sudah menaungiku selama delapan tahun ke belakang. Ironi sekali aku terusir dari rumahku sendiri hanya karena kata sudah usang. Pernikahan yang seharusnya indah kini harus terhempas kala netra ini melihat lelakiku membawa masuk wanita lain. 'Inikah penyebab kata usang itu terlontar?' batinku. Cinta yang dulu hanya untukku kini telah berbagi. Hidup bagai tersayat semb
8.817.0K viewsCompletedAdded to Library 630 Times as puisi rumahku
Read
+Library
Pemaksaan Ekstraksi Ingatan, Dia Ambruk Mengetahui Faktanya

Pemaksaan Ekstraksi Ingatan, Dia Ambruk Mengetahui Faktanya

Sahabatku, Vina, diperkosa lalu bunuh diri dengan melompat ke sungai. Aku adalah satu-satunya orang yang tahu siapa pelakunya. Namun, akulah yang menutupi kejahatan orang itu dengan tanganku sendiri. Ibu Vina sampai berlutut dan memohon kepadaku, tetapi aku langsung berbalik pergi dengan wajah dingin. Warga desa memakiku tidak punya hati nurani dan melempari rumahku dengan barang-barang. Tanpa ragu, aku melepaskan anjingku untuk menggigit mereka. Sepuluh tahun kemudian, aku sudah sekarat. Jesslyn, sahabat karib yang telah menghilang selama bertahun-tahun, kini kembali sebagai orang terkaya nomor satu di negeri ini. Hal pertama yang dilakukannya adalah menyeretku ke kursi pengadilan memori. I
15.4K viewsCompletedAdded to Library 431 Times as puisi rumahku
Read
+Library
Akhir Tragis Suamiku Bersama Sahabatnya

Akhir Tragis Suamiku Bersama Sahabatnya

Di hari putriku meninggal, aku berniat meletakkan papan arwahnya di aula leluhur Keluarga Gunawan. Namun, Jefri Gunawan yang berusia lima tahun malah melempar papan itu ke lantai dan menginjak-injaknya sampai hancur berantakan. “Dia bukan anak Keluarga Gunawan, apa haknya diletakkan di sini? Bahkan kalau kamu mati pun, aku nggak akan sudi menaruh papan namamu di sini!” Aku melirik ke arah papan arwah seorang wanita yang terpajang di aula itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Begitu melihat arah pandanganku, Jefri langsung berdiri menghalangi penglihatanku. “Kamu pikir kamu siapa?! Emangnya kamu pantas dibandingkan dengan ibuku?!” “Pelakor selamanya akan jadi pelakor! Selamanya nggak akan p
1.9K viewsCompletedAdded to Library 64 Times as puisi rumahku
Read
+Library
Diary Istri CEO

Diary Istri CEO

Rahman melihat kamarnya masih terang. Dia tidak melihat Aisyah di kamarnya, hatinya langsung panik. Dia bergegas mencari Aisyah ke bawah. Menurut pengakuan Mbok Darsih, Aisyah tidur di kamar tamu. Pintu kamar yang tidak dikunci membuat Rahman dengan mudah masuk. Aisyah mengucapkan salam selesai salat tahajudnya. Dia langsung kaget melihat Rahman yang duduk di kasur. “Ngapain kamu ke sini?” Rahman masih diam sambil memandang wajah Aisyah yang tanpa niqam melihatkan bentuk hidung mancung Aisyah dan bibir mungilnya, sehingga membuat Rahman menelan salivanya. Melihat kecantikan Aisyah siapa yang tidak akan tertarik. Paras perempuan-perempuan penghibur di club malam, kalah dengan kecantik
1034.1K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as puisi rumahku
Read
+Library
Ibu Tiri yang Buta Hati

Ibu Tiri yang Buta Hati

Ayahku menderita gangguan bipolar parah. Ketika aku berumur delapan tahun, rumahku dirampok dan ibuku dibunuh. Aku kehilangan satu mata ketika melindungi ayahku dari serangan pisau. Setelah itu, aku menjadi harta paling berharga dan paling dilindungi ayahku. Menjadi titik paling sensitif yang tidak boleh diusik. Seorang teman sekelas menertawakan mataku yang buta. Beberapa hari kemudian, termosnya tiba-tiba meledak dan membutakan matanya. Anak nakal di sekolah mencoba merundungku. Keesokan harinya, dia mengalami patah tulang tangan dan kaki karena kejatuhan benda berat, lalu ditinggalkan di gang terpencil. Bisnis ayahku berkembang pesat dan metode bisnisnya semakin agresif. Tapi aku tetap me
5.1K viewsCompletedAdded to Library 178 Times as puisi rumahku
Read
+Library
Cintaku Direbut, Takdir Membalasnya

Cintaku Direbut, Takdir Membalasnya

Kakakku yang sejak dahulu paling malas belajar, tiba-tiba mau ikut ujian masuk universitas. Dia bahkan memaksa ayah dan ibu untuk menikahkanku dengan putra atasan demi mendapat uang mahar untuk membayar biaya sekolahnya. Saat itu, aku tahu bahwa dia juga terlahir kembali. Di kehidupan sebelumnya, kakak selalu mengatakan bahwa sekolah itu tidak ada gunanya. Begitu lulus SMA, dia segera menikah dengan Yanto, putra seorang atasan yang melamar dengan mahar besar. Kemudian, Yanto dipindahkan ke daerah perbatasan. Kakakku tidak tahan dengan lingkungan yang keras. Dia menolak hidup sebagai istri tentara yang ikut dengan pasukan. Sementara itu, aku berjuang mati-matian, aku bahkan bekerja sambil kul
7.6K viewsCompletedAdded to Library 204 Times as puisi rumahku
Read
+Library
Terpaksa Menikah dengan Atasanku

Terpaksa Menikah dengan Atasanku

Setelah menerima pekerjaan barunya sebagai asisten Presiden Grup Jing Sheng, ia pun bersiap melapor untuk pertama kalinya kepada sang atasan yang, sama seperti dirinya, juga baru saja menjabat. Ia belum sepenuhnya paham medan yang akan dihadapinya, namun tak disangka, tugas pertamanya justru datang dengan kejutan besar. "Pagi besok, batalkan semua jadwal rapat," ujar pria itu dengan nada tenang namun tak terbantahkan. "Jam sembilan, ikut aku ke kantor catatan sipil. Kita akan mengambil surat nikah." Hari pertamanya bekerja dan ia sudah harus menghadapi kenyataan bahwa sang presiden yang baru itu, dengan seenaknya, memaksanya untuk menikah. Tanpa perkenalan, tanpa proses pendekatan, han
10932 viewsOngoingAdded to Library 33 Times as puisi rumahku
Read
+Library
Terjebak di Dimensi Lain

Terjebak di Dimensi Lain

Nabila
Jendela rumahku gemetar oleh kekuatan guntur yang bergemuruh di langit. Petir menyambar di kejauhan, menerangi malam. Dalam momen kecil itu, beberapa detik cahaya yang membutakan mata menampilkan sosok pria yang berdiri di luar jendelaku. Memperhatikanku. Selalu memperhatikanku. Aku menjalani rutinitas, seperti yang selalu kulakukan. Jantungku berdegup kencang dan berdetak tidak teratur, napasku menjadi dangkal, dan tangan-tanganku menjadi lembab. Tidak peduli berapa kali aku melihatnya, dia selalu menimbulkan reaksi yang sama dariku. Ketakutan, Dan kegembiraan. Aku tidak tahu mengapa hal itu membuatku merasa gembira. Ada yang salah dengan diriku. Tidak normal bagi panas cairan u
101.9K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as puisi rumahku
Read
+Library
Dia Tersesat dalam Arah dan Aku Menarik Cahayanya

Dia Tersesat dalam Arah dan Aku Menarik Cahayanya

Suamiku itu seorang buta arah, bahkan tidak bisa membaca navigasi. Di hari pernikahan pun dia tersesat dan datang terlambat, hingga pernikahan kami harus ditunda tiga hari. Saat hari peringatan pernikahan, dia juga tersesat dan makanan yang sudah kusiapkan di meja pun dingin. Bahkan ketika aku hamil delapan bulan dan terjatuh di kamar mandi sambil meminta tolong, dia memang terdengar panik, tetapi tetap saja tersesat di jalan pulang selama lima tahun. Dia baru sampai setelah aku selesai mengkremasi anak kami di rumah sakit. Aku menjadi murung, dan orang-orang di sekitar mencoba menghiburku. “Otaknya memang bodoh dan tidak bisa mengingat jalan, bukan sengaja datang terlambat. Jangan marah lag
1.8K viewsCompletedAdded to Library 70 Times as puisi rumahku
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status