Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dendam Kaisar Surgawi

Dendam Kaisar Surgawi

Seolah ada sesuatu yang tersampaikan, meski hanya kepada bayangan di air. Aku kembali ke rumah sederhana tempatku tinggal. Rumah ini… ya, mungkin lebih tepat disebut gubuk. Bangunan kayu reyot dengan atap bocor dan lantai yang berdebu. Tidak ada satu pun tanda kemewahan atau kenyamanan di sini, tapi toh ini satu-satunya tempat yang aku punya sekarang.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as puisi rumahku 2 bait
Read
+Library
Fitnah Dari Ipar Dan Mertua

Fitnah Dari Ipar Dan Mertua

POV Amira Aku baru saja tiba di kediaman Syahla. Rumah berlantai dua tersebut membuat aku merasa takjub. Benarkah ini rumah di mana kedua orangtuaku berada? Aku tak berhenti menatap rumah bercat putih yang berada di hadapanku. Harusnya aku lah yang tinggal di sini bersama kedua orangtuaku. Mengingat itu, membuat hatiku merasa tak menentu.
1017.3K viewsCompletedAdded to Library 502 Times as puisi rumahku 2 bait
Read
+Library
Uangku Bukan Uangmu, Mas!

Uangku Bukan Uangmu, Mas!

Sesuatu yang dibuat-buat pasti akan terlihat kalau itu hanya sebuah kepura-puraan saja. "Menurutku ya, lebih baik Tuh kamu rombak ke rumah kamu terus kamu bikin dua lantai. Itu kalau kamu nggak mampu bikin 3 lantai kayak yang mau aku bikin ini. Dua lantai itu cukup daripada sempit kayak rumah kamu sekarang. Soalnya gimana ya, aku yang ngelihat aja udah sumpek. Apalagi kamu dan anak kamu yang tinggal di rumah itu."
7.482.9K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as puisi rumahku 2 bait
Read
+Library
Kisah Penari Gila Karena Dikekang Suami

Kisah Penari Gila Karena Dikekang Suami

Dia berjanji bila aku sudah keluar dari rumah sakit, aku boleh menari lagi. Setelah menempuh perjalanan selama dua jam, akhirnya sampai juga di rumah baruku. Suamiku sudah menyiapkan banyak kejutan rupanya. Banyak bunga mawar bertaburan di sepanjang jalan masuk bak penyambutan ratu. Rumah dua lantai yang sederhana namun asri bercat biru membuatku takjub. Kejutan berikutnya adalah sebuah paviliun kecil bertuliskan "Sanggar Tari Lusi" berada di depan rumahku.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 121 Times as puisi rumahku 2 bait
Read
+Library
Suatu Senja di Tanah Senja

Suatu Senja di Tanah Senja

Meninggalkan air muka penuh iba di belakangku bersama seluruh bisik-bisiknya. Rumahku terletak sekitar lima puluh meter dari pasar setelah belok kiri. Rumah itu sebuah rumah sederhana yang terbuat dari kayu dan bambu. Tapi begitu, di sanalah, di rumah sederhana itu, aku lahir dan akar pertama hidupku tumbuh mencengkeram tanah. Di sanalah, di rumah sederhana itu, harapan dan impianku berbiak memperindah hari-hari. Dan di sanalah, di rumah sederhana itu, awal dari kemalanganku yang bertubi-tubi. Kini, berdiri di hadapannya kepalaku dibanjiri kenangan masa lalu. Aku gemetar di tempatku. Darah berpacu kencang dalam urat nadiku, jantungku berdetak liar. Rumahku masih terlihat sama dengan saat ter
105.3K viewsOngoingAdded to Library 142 Times as puisi rumahku 2 bait
Read
+Library
Suami yang kukira cupu ternyata suhu.

Suami yang kukira cupu ternyata suhu.

Sungguh ironi keadaan negeri ini sekarang, semua hal bisa dipermudah dengan lembaran rupiah. “Apa maksud dari pesan kemarin? Apa ia sengaja mempermainkan aku?” gumamku seorang diri di depan sebuah rumah milimalis dengan ukuran type 120 yang terdiri dua lantai dengan gaya eropa. Rumah itu tampak kosong dsn tertutup rapat seperti tak berpenghuni, tapi jika aku teliti lagi dari balik kemudi mobil ini rumah itu sangat terawat untuk ukuran rumah tak ada penghuninya.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as puisi rumahku 2 bait
Read
+Library
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

Dari kejauhan, tampak sebuah gubuk reot nan sederhana, disinari temaram rembulan. "Ini rumah saya, Nimas," ujar Rukma sembari menurunkan Mayang perlahan, suaranya mengandung nada kerendahan hati. "Tidak terlalu bagus, sederhana, namun cukup bersih dan jauh dari jangkauan siapa pun."
102.1K viewsCompletedAdded to Library 45 Times as puisi rumahku 2 bait
Read
+Library
Diary Rain

Diary Rain

~Sesi Lagu~ Kapan lagi kutulis untukmu Tulisan-tulisan indahku yang dulu Pernah warnai dunia Puisi terindahku hanya untukmu Mungkinkah kau kan kembali lagi Menemaniku menulis lagi Kita arungi bersama Puisi terindahku hanya untukmu -Jikustik, Puisi- ~Sesi Lagu Berakhir~ Seketika tubuhku membeku. Pikiranku langsung melayang. Suara itu seperti berada tak jauh dari rumahku. Aku langsung menoleh ke arah jendela kamar. Segera aku berlari dan membukanya dengan tidak sabar.
107.1K viewsOngoingAdded to Library 206 Times as puisi rumahku 2 bait
Read
+Library
Cinta di Balik Singgasana

Cinta di Balik Singgasana

katanya, suaranya lembut. Ia meraih kain kecil dari pakaiannya. Puisi pendek tertera di sana, ditulis dengan aksara halus Di tepi kolam, bawah ketapang tua, Hati kita bebas, meski dunia menutup. Jika takdir memisah, di bukit ‘kan kutunggu, Dengan melati dan kenanga, untukmu selalu. Raka membaca puisi itu. Jantungnya berdegup keras. “Ini… indah, Gusti,” katanya, suaranya serak. “Aku simpan ini, sebagai pengingat.”
867 viewsOngoingAdded to Library 33 Times as puisi rumahku 2 bait
Read
+Library
Aku Pertama Tapi ke-2 di Hati Suamiku

Aku Pertama Tapi ke-2 di Hati Suamiku

BERBAGI SUAMI! Aku sudah di rumah mungil bercat biru telur asin. Ya..itu adalah rumah impian yang dulu aku percayai sebagai rumah syurga di duniaku. Rumah impian penuh kebahagiaan dimana ada aku dan suami juga anak-anakku melewati hari- hari sampai masa tua nanti, dan hanya maut yang memisahkan. Tapi kini entahlah....ending cerita rumah bahagia itu aku pun tak tau!! Biarlah saat ini mengalir apa adanya...!! Biarlah pohon yang sudah bercabang ini menunggu waktu hingga cabang mana yang roboh tertiup angin. Aku pasrah, lirihku.
1012.1K viewsCompletedAdded to Library 241 Times as puisi rumahku 2 bait
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status