Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Selubung Memori

Selubung Memori

“Kata Isha, kucing itu salah satu hewan yang mampu merasakan kesedihan. Aku tidak merasa rautku sedih, tapi kau barangkali mengerti lebih dariku. Lavi pasti juga seperti itu. Pita, aku ini tidak tahu diuntung, ya, padahal Lavi memerhatikanku, tapi aku tidak mau dengar.” Pita mengeong. “Aku tidak mengerti bahasamu. Aku bukan Nadir, tapi kuanggap kau tadi mengumpat. Nada suaramu sama seperti saat aku tidur menindihmu. Penuh benci.” Dia mengeong lagi. Aku berusaha memahaminya sedikit lebih lama karena mungkin itu cara Nadir mengerti bahasa kucing. Dengan cepat aku menyerah. Konsep itu konyol.
1019.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 636 kali sebagai puisi tentang kucing
Baca
+Pustaka
Impossible Love

Impossible Love

"Gue nyoba-nyoba aja sih taunya bisa yaudah gue nyari rumah lo" "Kok bisa tau rumah Rara? Kirain tadi yang mainin kaki Rara itu si moci ternyata kak Aldo" "Moci benda apaan njir" "Kucing Rara kak bukan benda dia makhluk hidup" "Kucing ya, yang empat kaki berbulu dan kuping runcing?" "Iya itu kucing" "Gue liat diluar banyak tu makhluk berkeliaran, punya lo juga?"
106.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai puisi tentang kucing
Baca
+Pustaka
Akhirnya Aku Kembali

Akhirnya Aku Kembali

Para kucing itu, satu-persatu datang dan langsung melahap kue bulan yang sepertinya sudah dibau-i oleh bibi Zhang dengan aroma ikan. Sementara para kucing itu menelan hidangan lezatnya, mereka berdua menunggu. Shen Yiyi dari atas balkon dan juga bibi Zhang menanti sejenak dibawah. Hingga akhirnya, kue itu telah habis namun tidak terjadi apapun pada dua kucing liar disana! Tunggu! Apa dirinya telah salah sangka? batin Shen Yiyi dalam hati.
9.8191.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.3K kali sebagai puisi tentang kucing
Baca
+Pustaka
Pengantin Bangsawan Yang Kubenci

Pengantin Bangsawan Yang Kubenci

Ia mengintip dari balik pintu yang terbuka, menutup mulut dengan tangan, hampir meledak tawa. Kucing abu-abu di bawah kakinya mengeong sekali, seolah ikut terhibur. “Mocha,” bisiknya geli, “lihat? Sedikit ulat… jauh lebih ampuh daripada puisi manis mereka, bukan?” Lady Varenne hanya menghela napas panjang. “Cukup untuk sekarang. Ujian berikutnya… setelah makan siang.” ******
8.93.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai puisi tentang kucing
Baca
+Pustaka
SweetShit Marriage

SweetShit Marriage

Ruli menyeka kasar sudut matanya dan berkata, “Asal Kakak nggak pulang, Ruli akan berhenti nangis.” Lala tetap menyungging senyum. Meskipun, sebenarnya dia mati-matian menahan geregetannya. “Nggak bisa, Ruli …. Kakak punya kucing di rumah. Kasian kucingnya kalau Kakak nggak pulang. Siapa yang mau beri makan coba?” kilahnya, berbohong. Ruli menangis lagi. “Kucingnya bawa ke sini aja. Ruli suka kucing kok.”
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai puisi tentang kucing
Baca
+Pustaka
Menikah Dengan Paman Tunanganku

Menikah Dengan Paman Tunanganku

"Siapa musuh alami tikus?" "Kucing," jawab Kendrick cepat. "Kenapa tikus takut kucing?" Kendrick terdiam, tidak tahu jawabannya. Anatasya menelan biskuitnya lalu menjelaskan dengan serius, "Karena kucing sering makan rumput dogtail. Napasnya jadi berbau rumput itu. Tikus sangat takut dengan bau ini, makanya lari begitu bertemu kucing." Kendrick menatapnya tajam. "Kau lebih baik tidak bohong padaku."
9.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 319 kali sebagai puisi tentang kucing
Baca
+Pustaka
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

" tanya Ciara. "Api ain ucing itu ning." 'Hhhh, Kakak! Kenapa harus nyebut nama itu! Kucing-kucingannya kan udah Ibu sembunyiin di lemari!' batin Ciara. "Ibu, kucingnya mana, Bu?" ledek Haidar. "Au ucing, huaaaaa mana?"' "Ya ampun! Iya-iya Ibu ambilkan! Emang kucingnya bagus banget, Kak?" tanya Ciara.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai puisi tentang kucing
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Baca Semua Ulasan
SEBUT AKU KSATRIA SILUMAN ANJING

SEBUT AKU KSATRIA SILUMAN ANJING

Si kucing berkata, "Jika kau tidak lari, nantinya kau yang akan menyesal!" Karin sendiri memang sudah dilanda kecemasan, dirinya melihat ke arah sekeliling, namun dia tidak menemukan apapun yang membuatnya merinding. BLAAR! Karin dan kucing itu terlonjak ketika mendengar suara ledakan yang terdengar dari arah belakang mereka. "Si*l," kata si kucing. "Ada apa?" tanya Karin. "Kita harus pergi, sekarang!" perintah si kucing.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai puisi tentang kucing
Baca
+Pustaka
SANG KUPU-KUPU MALAM

SANG KUPU-KUPU MALAM

“Memancing dan menelepon. Tapi hari ini aku tidak mendapatkan seekor ikan pun, lautnya terlalu kotor.” kata Dante. “Ya kau benar sayang. Inikan teluk Jakarta, mungkin kau harus pergi memancing ketempat lain.” “Mungkin aku harus pergi lebih ketengah lagi, airnya mungkin lebih bersih.”
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai puisi tentang kucing
Baca
+Pustaka
Diary Sang Kupu Kupu Malam

Diary Sang Kupu Kupu Malam

“Apakah kita ini pelacur murahan cantika ,seperti yang dikatakan para petugas kemarin? “Apa benar kita memang harus menjadi pelacur kelas tinggi dengan bayaran yang lebih tinggi? apa kita bisa? Aku berucap pada cantika. Memang dari semalaman pikiran ini terus membayang dan menari di pikiran serta anganku yang tak nyenyak dibuatnya. Siapa yang tidak mau menjadi kupu kupu malam terus, berada di jalanan dengan menantang maut seperti kejadian yang beberapa hari berlalu yang kami alami itu. Harus berlomba lari dengan para petugas seolah bagaikansedang berada di gelanggang olahraga memperebutkan medali atau piala perak atau emas yang hanya ilusi. “Aku tentu saja tidak ingin seperti itu terus!
1015.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 488 kali sebagai puisi tentang kucing
Tampilkan Ulasan (24)
Baca
+Pustaka
Adevio Putra Kencana
Ok deh sesuai permintaan makan novelnya aku lanjutin di sini ya kak, dan mulai hari ini aku update perharinya terimah kasih dan silahkan berikan komentar untuk terus sama-sama memperbaiki jalan cerita terimah kasih
Deidre
Membahas tentang kehidupan malam memang menarik, saya yakin banyak emosi yang bisa digalih lagi untuk ditimbulkan supaya ceritanya semakin menampilkan pergolakan hati sang kupu-kupu malam sehingga menampilkan makna yang lebih mendalam
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status