Possessive Wife
Aku menggeliat, ku balikkan badan, ku lirik dia yang kini sudah memelukku dari belakang.
"Kok pulang? Ngapain pulang? Ga usah pulang to, kan sudah enak tinggal disana, sampai lupa sama istri." Aku tersadar, kalau aku itu harus marah, tidak boleh terpengaruh bujik rayunya, biar tahu rasa. Enak saja, pulang-pulang malah sok-sok romantis tanpa perasaan bersalah sedikitpun.
"Kangen bunda dong," jawabnya santai.