Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Putriku, Delia

Putriku, Delia

Sejak tadi, pandangannya tak lepas dari Kanita yang tersenyum ramah padanya. "Kenalkan, Kanita. Ini putri om, Delia Paramitha Kusuma. Delia ini masih kelas tiga SMA." Kanita tersenyum seraya menyodorkan tangannya, tetapi Delia hanya memandang datar tangan putih langsat itu. Aku berdeham membuat Kanita menarik tangannya kembali dengan senyum yang sebelumnya sempat luntur. Melihat tidak ada tanda-tanda Delia akan memulai, Tisa pun mengambil alih memperkenalkan keduanya.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai putri kecilku
Baca
+Pustaka
Bangun Sebagai Putri Sang Penguasa

Bangun Sebagai Putri Sang Penguasa

“Benar. Kau adalah putri Angelina, putriku.” “Ya. Itulah kenapa aku melarangmu untuk bersikap seperti ini lagi lain kali. Ibu akan sedih kalau melihatmu seperti ini. Kau tidak bisa berkeliaran malam-malam begini hanya untuk berduka atas apa yang terjadi.” “Maafkan aku, aku sama sekali tidak bermaksud untuk membuatmu khawatir.”
1013.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 281 kali sebagai putri kecilku
Baca
+Pustaka
Malaikat Bertelinga Panjang

Malaikat Bertelinga Panjang

kakakku menghindar saat aku ingin memberi kecupan kedua. “Kena angin apa lu…kesambet setan mana…o-ooh pasti jin jengkol di perempatan jalan yah…. gue kan udah bilang, kalau lewat situ…lu mesti bawa sesajen biar nggak kesambet” Putri terheran-heran menerima serangan manis dariku, menyeka pipinya lalu berkata, “Aduh…kira-kira gwe bisa tertular nggak ya?”
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai putri kecilku
Baca
+Pustaka
Terpikat Pesona Mas Penyiar Radio

Terpikat Pesona Mas Penyiar Radio

“Kakak bukan Putri Salju. Namaku Gita, panggil saja Kak Gita!” Anak kecil itu mulai berpikir. Semoga saja dia paham. “Tak Gita?” tanyanya memastikan. Dengan pasti aku mengangguk. Aku memotong bawang dengan duduk di lantai beralaskan tikar gambar Uqin dan Iqin supaya tidak dingin. “Jangan dekat-dekat, ya! Nanti kamu ikutan nangis kaya kakak.”
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai putri kecilku
Baca
+Pustaka
Nice to Meet You Again

Nice to Meet You Again

"Aku sampai tidak bisa berjalan, lihatlah!" "Sudah, aku sudah melihatnya dari kemarin, kau bahkan membuat aku harus tidur di rumah ini karena mengkhawatirkan, aahahahah," balas Surti, bahkan ia sampai tidak mandi satu hati penuh. "Aahahahahaha, kita harus tampil bagus di depan mereka dan anak kecil itu, ayo bersiap!" *** Kirana Adinda Putri Pradipta, sebuah nama yang Neni berikan dan buat bermalam-malam hanya untuk cucu tercintanya.
1022.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 890 kali sebagai putri kecilku
Baca
+Pustaka
Video Syur yang Ditonton Putriku

Video Syur yang Ditonton Putriku

Perempuan berusia tiga puluh tujuh tahun itu menoleh kemudian mengusap lembut rambut sang putri, menatap lamat-lamat wajahnya yang cantik penuh dengan kekaguman juga. "Tentu saja Mama bangga sama dedek. Dedek juga kan di sekolah selalu juara. Dedek selalu membantu Mama, dedek juga selalu ada di saat Mama sedih serta bahagia. Mama itu begitu sayang sama dedek dan Abang, karena kalian adalah harta paling berharga milik Mama," ungkapnya kemudian, dan dibalas pelukan oleh putri bungsunya.
1015.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 600 kali sebagai putri kecilku
Baca
+Pustaka
Silakan, Urus Putrimu Tanpa Aku

Silakan, Urus Putrimu Tanpa Aku

"Siap, Sayang. Minumnya mau apa? Susu kotak, atau susu yang hangat?" "Emh ... susu kotak saja, Bunda. Kalau susu hangat, aku jadi ingat pada kakak. Bunda, hari ini mau jenguk kakak, gak? Kalau jenguk, bilang pada kakak, ya, kalau Shanum sedang rindu pada dia." Aku tersenyum dibalik punggung putri kecilku yang semakin hari semakin pintar. Ucapannya aku jawab dengan gumama saja.
10500.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15.0K kali sebagai putri kecilku
Baca
+Pustaka
Piknik Bersama Putriku dan Sahabatnya

Piknik Bersama Putriku dan Sahabatnya

"Lisa! Kamu di mana? Cepat ke sini lihat aku nemu apa." Aku segera menarik kembali tanganku, Lisa juga menurunkan roknya dan pura-pura seolah tidak terjadi apa-apa. Putriku datang membawa seekor kupu-kupu di kedua tangannya, lalu masuk ke dalam tenda kami. Dia mengangkat tangannya ke depan Lisa sambil berkata dengan semangat, "Di sana ada banyak banget kupu-kupu, bagus-bagus deh. Lisa temani aku tangkap kupu-kupu yuk."
75.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai putri kecilku
Baca
+Pustaka
Damai Dalam Poligami Sesion 2

Damai Dalam Poligami Sesion 2

kata ibu sambil mengibaskan tangan dan kembali menyusun segala macam perlengkapan makan di meja. Sarah mendapati putri kecilnya sedang bermain sendirian sambil menggigit kaki. Bibir wanita itu merekah sambil bergegas. Tawa Bayi Putri, selalu menimbulkan rasa bahagia. Satu hal yang baru disadari. Putri kecil ini sumber cahaya di antara kemelut yang menyertai kehadirannya. “Sayang … kau sudah bangun?
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai putri kecilku
Baca
+Pustaka
MENJADI ORANG KEDUA

MENJADI ORANG KEDUA

ucap bocah yang membuat bulu kudukku berdiri, lalu tertawa lepas saat aku menjewernya. "Siapa namanya?" Santo memperhatikan foto dalam ponselku, "Ngeces lagi, tapi kayaknya pendiem ya." Santo mengalihkan pandangan dari potret bocah lucu yang kupangku. "Ya dan pemalu, Nang, "jawabku. "Namanya Putri, baru dua tahun usianya," kusenyentuh potret bocah cantik yang mata bulatnya begitu jernih ... sangat jernih, sampai ... "Nang, mbak hamil."
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai putri kecilku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status