Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan
Ia menatap Kirana lama, lalu berkata pelan, “Kalau begitu, semoga kau bahagia. Tapi jangan pernah salahkan siapa pun saat kau sadar bahwa kau tidak lebih dari masa lalu yang dia benci untuk diingat.”
Kirana mengangkat alis, lalu tersenyum dingin. “Mungkin. Tapi masa lalu itu tetap aku. Dan kadang, masa lalu punya cara sendiri untuk kembali.”
Niko menunduk, tertawa getir. “Aku menyesal,” katanya tiba-tiba.
Kirana sempat terkejut. “Menyesal?”
“Ya,” jawab Niko sambil menatapnya tajam.