Cinta adalah Penyesalan
Garry merentangkan tangan di belakangnya, dengan suara lembut mengingatkan, "Pelan-pelan larinya."
Aku menyerahkan botol minum kecil pada putraku, lalu sebotol air pada Garry.
Dia menerimanya dengan senyum penuh harap, lalu bertanya dengan hati-hati, "Evina, kamu lihat aku sudah berusaha sebaik ini. Kapan aku bisa kembali jadi suamimu?"
Aku tersenyum, untuk ke-1086 kalinya menolak, "Maaf, kita memang nggak cocok."