Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BALAS DENDAM SANG PERMAISURI ABADI

BALAS DENDAM SANG PERMAISURI ABADI

Ia menatap Kael dengan mata yang penuh tekad dan pengalaman yang seharusnya belum ia miliki. "Hukum Kekaisaran ditegakkan oleh mereka yang memiliki kekuasaan, Lord Kael," jawab Elara tenang. "Dan kekuasaan itu telah membunuhku sekali. Kali ini, aku tidak mencari hukum. Aku mencari keadilan." "Dan mengapa kau berpikir aku bisa memberikannya?"
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai quotes keadilan
Baca
+Pustaka
Dendam dan Rahasia Tuan Muda

Dendam dan Rahasia Tuan Muda

jawab Ervan yang terlihat jelas mencaplok mentah-mentah kalimat dari buku PPKn-nya tentang prinsip keadilan oleh Aristoteles. “Bagus, setidaknya ada yang sudah membaca buku,” puji Alan. “Keadilan merupakan hal yang abstrak. Apakah keadilan berarti keselarasan? Persamaan? Ketidakberpihakan? Mendapatkan apa yang pantas dan tidak pantas kita dapatkan?” Selama beberapa waktu kelas kembali senyap. Suara dalam dan rendah sang profesor mengisi setiap sudut ruangan dengan pertanyaan-pertanyaan yang sempat terlintas, tapi belum mereka pikirkan terlalu dalam.
1011.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai quotes keadilan
Baca
+Pustaka
Sistem Kekayaan Tak Terbatas

Sistem Kekayaan Tak Terbatas

“Jika kamu berkata seperti itu, maka seperti itulah kebenarannya. Kita adalah sahabat, susah senang kita akan selalu berbagi!” Kegembiraan tidak berhenti pada mereka berdua saja, namun mahasiswa lain, yang takut menyuarakan penderitaan mereka, mulai mendapatkan keberanian untuk berdiri dengan tegar karena akan ada orang yang melindungi mereka. Pilihan menghukum James, keluarga Eliort, sebagai contoh, adalah sebuah keputusan paling berani, namun juga tepat. ** 「Misi harian telah diselesaikan! Pengguna mendapatkan uang senilai seratus juta!」
8.78.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 288 kali sebagai quotes keadilan
Baca
+Pustaka
Sistem Kekayaan Tak Terbatas

Sistem Kekayaan Tak Terbatas

Ini adalah pesan push, dari bar air jangkar tertentu. Shui Bar adalah taman belakang pembawa berita, tempat para penggemarnya dapat mengobrol dan berdiskusi satu sama lain, yang setara dengan peran Baidu Post Bar. Li Moran tanpa sadar masuk ketika dia melihat pesan ini, dan segera melihat banyak postingan. Dia membukanya dengan cepat, lalu menjelajahinya. dengan cepat. Li Moran mengetahui bahwa "Akulah Tuhan" benar-benar muncul. Dia kebetulan melihat pembawa berita ini di toko jam tangan dan menghadiahinya sepuluh tembakan super hot!
109.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 371 kali sebagai quotes keadilan
Baca
+Pustaka
Di Balik Kantor CEO: Cinta yang Tak Terucapkan

Di Balik Kantor CEO: Cinta yang Tak Terucapkan

“Tapi tanggung jawabmu harus diemban sepenuh hati.” — Fajar Baru untuk Kebenaran Di halaman Istana Keadilan, Kieran dan Clara berdiri menghadap publik yang berkumpul. Lensa kamera mengelilingi mereka, berharap pada kata-kata yang akan mereka ucapkan. Clara naik ke podium dengan Kieran di sampingnya. “Kawan–kawan,” kata Clara, suaranya memecah keheningan, “hari ini kita saksikan betapa kebenaran bisa meruntuhkan kegelapan yang paling pekat. Tapi keadilan tidak berhenti di sini.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai quotes keadilan
Baca
+Pustaka
Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!

Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!

lanjutnya, suaranya tetap terkendali “Itu bukan kelemahan,” jawab Madeleine tanpa ragu. “Itu disebut keadilan.” "Keadilan?" Sudut bibirnya terangkat tipis, bukan senyum melainkan sebuah ejekan “Ya, Yang Mulia,” jawab Madeleine. “Mencabut hak administrasi lalu menempatkan mereka di wilayah perbatasan sama saja dengan membunuh mereka secara perlahan. Lagipula tuduhan itu masih sebatas rumor dan belum tentu benar.”
9.446.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai quotes keadilan
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
unknown
author.. tolong dong bangun lagi karakter tegas madeleine kaya di awal.. masa madeleine jadi lunak bgt semenjak bucin sama lucas. masa dia calon ratu diem aja di bully bangsawan rendah di depan mata .. kalo bukan madeleine, paling gak lucas lah tegas sama yg hina istrinya.. huu poor madeleine.
ani
author, saat ini novelmu yg bikin sy semangat beli koin,, asli,, sumpah,, jangan mandeg di tengah jalan ya,, kasih keterangan donk sekedar memberi kabar di komentar kayak beberapa waktu lalu.. biar tdk menggantungkan harapan readermu ini... kl soal reader srg kritik2 alur pasti author sdh kebal kan?
Baca Semua Ulasan
Dendam Membara Sang Pewaris!

Dendam Membara Sang Pewaris!

“Keadilan? Kamu berbicara keadilan? Lalu bagaimana denganmu sendiri? Kamu menipuku, kamu mengingkari janjimu. Apa itu yang dinamakan keadilan?” Adelia mengerutkan wajah, dan tiba-tiba dia tertawa terbahak-bahak“Apa untungnya pacaran? Kamu, aku.” Adelia bergantian menunjuk Aldan dan dirinya sendiri. “bukan anak kecil lagi. Dewasalah sedikit, dan aku sangat berterima kasih padamu dan juga temanmu karena membantu memecahkan kasus ini. Percayalah, Tuhan pasti membalas kebaikan kalian.” Aldan mengehela napas panjang. Lalu dia berdiri dengan masih memasang wajah kecewa, “Berikan memorynya pada gadis ini. Semoga kedepannya aku gak bertemu lagi dengan orang yang suka ingkar janji.”
8.436.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai quotes keadilan
Baca
+Pustaka
Teror Kapak Keluarga Tuan Tanah

Teror Kapak Keluarga Tuan Tanah

sahutnya dengan suara serak. "Si-siapa kamu dan apa maumu!?" pekik Ressa dengan uraian air mata. Sudah terlanjur tertangkap, lebih baik melawan saja karena untuk kabur dalam keadaan seperti ini sepertinya sangat sulit. "Keadilan." 1 kata yang keluar dari mulutnya, membuat Ressa terpaku. "Apa maksudmu?" tanya Resa pelan. "Bukankah nyawa di bayar dengan nyawa?" tanyanya sambil membungkukkan tubuhnya mengsejajarkan wajahnya dengan Ressa.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai quotes keadilan
Baca
+Pustaka
Langkah Dewi : Warisan Rahasia

Langkah Dewi : Warisan Rahasia

Di layar-layar besar, muncul kalimat baru yang viral dalam hitungan detik: “Keadilan tanpa iman. Moralitas tanpa Tuhan.” Rafi menatap layar dengan mata merah. “Itu… pesan final Mediator.” Hana menoleh ke Dewi yang kini duduk di kursi roda, terhubung ke perangkat neural dive. “Kau siap?” Dewi tersenyum lemah. “Dia lahir dari pikiranku. Sekarang saatnya aku masuk dan menjemput bayanganku sendiri.” Ketika Quantum Key diaktifkan, lampu ruangan padam. Tubuh Dewi tersentak, sementara di ruang digital GenevaNet, alarm berbunyi.
957 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai quotes keadilan
Baca
+Pustaka
Aku Malah Nikah dengan CEO Judes

Aku Malah Nikah dengan CEO Judes

"Aku nggak bisa memihak pada siapa-siapa, hanya bisa memihak pada keadilan." Ekspresi Jack menjadi masam. "Pak Leonel, maksudmu, kamu mau memihak pada Keluarga Bonardi dan Leonardi?" Leonel buru-buru melambaikan tangan. "Aku ulangi lagi, aku memihak pada keadilan. Kalau Tuan Muda Jack yang benar hari ini, aku tentu akan memihak padamu!"
9.457.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai quotes keadilan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status