Pijatan Nikmat Sang CEO
"Kau tahu, dulu aku berpikir kebahagiaan adalah tentang memiliki lebih banyak—lebih banyak uang, lebih banyak kekuasaan, lebih banyak pengakuan. Tapi sekarang aku mengerti bahwa kebahagiaan sejati adalah tentang memberi lebih banyak."
"Dan mencintai lebih dalam," tambah Arissa.
"Terutama itu," Nathaniel tersenyum, tangannya meraih tangan Arissa. "Kalau dipikir-pikir, semua kesuksesan bisnisku dahulu tidak pernah memberiku kedamaian yang kurasakan sekarang. Dulu, setiap pencapaian hanya membuatku ingin lebih dan lebih lagi, seperti lingkaran tanpa akhir."