Why Not?
Remaja itu menyampaikan pesan dari ibu Nadira.
“Udah, ya. Aku capek, lho.” Bima akhirnya mengeluh.
“Gue bayar, Bim. Gue bayar,” kata Rheyner yang membuat senyum Bima terbit.
“Deal. Dua, ya, Mas.”
“Dua juta? Oke, deal!” Rheyner menyanggupi pinta sang adik.
“Dua puluh!”
“Dua puluh juta? Udah gila lo, Bim,” maki Rheyner. Nadira langsung mengelus punggung Rheyner.
Hot Chapters