Dari Dokter Ahli Berubah Menjadi Selir Tawanan Dewa Perang
Tapi, entah kenapa, detak jantungnya berdentum lebih kencang, antara marah, bingung, dan… sedikit takut kalau ucapannya ada benarnya.
Lalu Raeshan duduk santai di kursi dekat ranjang Raka,tanpa permisi ia mencondongkan tubuh ke meja dengan jari telunjuknya, ia langsung mencongkel krim kue tar yang masih utuh, lalu memasukkannya ke mulut.
“Hmm… manis sekali. Kau benar-benar punya selera bagus, Zahira,” katanya dengan senyum menggoda, padahal tindakannya jelas tidak sopan.
Hot Chapters