Pemuas Nafsu Kakak Tiri
Warna merah pekatnya langsung menyerap ke kain, membuat beberapa mahasiswa terperangah.
“Ups… nggak sengaja,” ucap Rina dengan nada ringan, tapi senyumnya tipis penuh sindiran.
Alya terhenti, matanya menatap Rina tak percaya. “Kamu...”
Pak Adi yang sedang mengamati kelompok lain menoleh cepat. “Rina! Apa-apaan kamu?!” suaranya meninggi, memecah suasana.
Rina menoleh dengan ekspresi pura-pura polos. “Beneran nggak sengaja, Pak,” ucapnya sambil memegang wadah yang isi cat nya tinggal sedikit.
Hot Chapters