Sentuhan Panas Ayah Tiri
“Pekerjaanmu menyenangkan?”
“Saya hanya melakukan tugas saya, Nyonya,” jawab Raisa pelan.
“Bagus,” kata Ratri. Ia lalu menatap Raisa dari atas ke bawah, tatapannya berhenti sejenak di kerah blus Raisa yang sedikit lebih tinggi dari biasanya. Sebuah senyum tipis muncul di bibirnya.
“Saya haus,” kata Ratri tiba-tiba. “Tolong buatkan saya teh. Seperti biasa, tanpa gula.”