KAMI JUGA ANAKMU, BU
Air mata yang sejak tadi tertahan, akhirnya luruh membasahi wajah.
Kututupi wajah dengan telapak tangan, tangisku semakin deras. Aku terisak, menangisi nasib yang begitu tragis terhadap kami. Aku dan Nara harus merasakan pahitnya kehilangan Ibu, jika ditinggal mati mungkin rasanya tak akan sesakit ini. Ditinggal pergi seperti ini, rasanya lebih sakit dua kali lipat, bayang-bayang Ibu bersama Dira seperti menaburkan garam di atas luka hati ini.