Kultivator Inti Semesta
“Aku sudah pernah ditinggalkan di usia balita. Aku hidup sendiri, terbawa arus sungai yang dipenuhi binatang buas. Dan aku juga selalu berjalan sendiri. Jadi kehilangan, adalah hal biasa dalam hidupku.”
Setiap kata keluar dengan tekanan yang mematahkan ilusi. Seiring ucapannya, gambaran Ayah dan Ibunya yang hancur lenyap, wajah-wajah teman yang berguguran pecah seperti kaca yang dihantam palu. Jeritan, tangisan, dan cemoohan hilang tanpa jejak. Ruang kembali sunyi, hanya menyisakan tubuh Xiao Tian yang masih berlumuran darah, tetapi kini berdiri tegak meski gemetar.
Hot Chapters