Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SAUDARA MISKIN

SAUDARA MISKIN

Terkadang kita harus bercanda juga agar menghilangkan penat di hati. " Kamu rabun ya Nisa. Aku ini kakak kamu. Masih dibilang dedemit," Leli tak mau kalah. " Kalau memang kakak ku tidak mungkin menghancurkan hidupku sampai sejauh ini," jawab Nisa enteng. " Tetapi pasti ada hikmah di setiap kejadian. Dengan begini aku tau mana yang benar benar tulus dan mana yang modus," tambah Nisa.
1029.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 908 kali sebagai rascal does not dream of sister venturing out
Baca
+Pustaka
RASHVA: LEGENDA PENAKLUK IBLIS

RASHVA: LEGENDA PENAKLUK IBLIS

“Di mana ibumu? Kau tak memiliki saudara?” Rikka kembali menggeleng. Fenrir tertawa, [“Hahahaha. Sepertinya side quest berikutnya adalah menjadi kakak asuh.”] Rashva tidak membalas sindiran itu. Ia hanya benar-benar teringat akan dirinya. “Kau tak memiliki desa di mana aku bisa mengantarkanmu pulang?” Rikka menggeleng lagi. “Wah, bagaimana ini?” Rashva bingung.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai rascal does not dream of sister venturing out
Baca
+Pustaka
The Siblings

The Siblings

Suaraku sepertinya cukup panik tadi. Mama menghambur ke arahku dan keempat saudaraku yang lain bergantian. Wajahnya lelah dan cemas. Aku jadi merasa bersalah karena tadi sudah menghubungi dan menyuruh mereka cepat pulang. "Kalian semua nggak apa-apa? Ada yang terluka, nggak?" tanya Mama pada Ayana dan kedua kakaknya khawatir. Ayana dan Teh Aliya menggeleng, mereka bilang hanya kaget saja. Teh Ayesha melihat tangannya sambil meringis. Ada luka beset yang cukup panjang dari telapak tangan sampai pergelangan tangannya.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai rascal does not dream of sister venturing out
Baca
+Pustaka
Pelukan Sang Majikan di Malam Hari

Pelukan Sang Majikan di Malam Hari

Ketika Raven sedang terdiam, Rania tiba-tiba mengetuk kaca pintu mobilnya. Raven menoleh, lalu dia memutuskan untuk turun dari mobil. Rania menatap Raven dengan tatapan tajam. Sedangkan Salsa sudah pergi lebih dulu. “Kakakmu… baik-baik saja?” tanya Raven, dia merasa tak nyaman dengan tatapan Rania. “Jangan pedulikan Kak Sera.” Suara Rania terdengar ketus. “Pedulikan saja ibunya Bapak.”
1045.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai rascal does not dream of sister venturing out
Tampilkan Ulasan (16)
Baca
+Pustaka
Valenka Lamsiam
selalu seruuuu, bikin penasaran. si raja tega, es batu, dan tak berperasaan diawal. dan pasti nantinya kena kutukan jadi pria bucin parah gak ada obat. ehhh cerita kali inimah agak lain. dari awal bertemu aja sudah kena kutukan tuh bang revan. normalnya cuma berlaku buat sera aja.
radayinta
Semangatz kak ocha, aku selalu menunggu dan membaca karya-karyamu Cerita ini agak beda dengan yang sebelumnya, namun untuk latar belakang, yang satu kaya dan satu miskin sudah biasa di jadikan dalam latar belakang cerita, jadi tetap lanjutkan ceritanya kak
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status