TERSESAT DALAM GAIRAH
“Mencintai hanya berujung kepada sakit hati. Tahu-tahu, lo mau melakukan apa saja demi cinta. Meskipun itu berujung kepada merendahkan diri lo sendiri. Meskipun itu membahayakan keselamatan diri sendiri.”
Setengah mati, Nay berusaha menahan air matanya. Akan tetapi, indra penglihatannya itu berkaca-kaca pertanda pertahanannya akan segera jebol. Ia mendongakkan kepala demi menyembunyikan kesedihannya itu.
“Maaf,” kata Regita.
Tetap dengan posisi kepalanya yang terangkat, Nay bilang, “Nggak perlu minta maaf. Itu, kan, bukan salah lo!”
Hot Chapters