Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dibalik Bayang

Dibalik Bayang

pinta Helena Caustaria dipenuhi rasa panik bercampur marah. “Mas, segera teflon Daniel.” “Iya, akan aku telpon dia,” ucap Arttha seraya mengambil HandPhone dari dalam saku celananya. Segera Arttha Caustaria mengutak-atik handphone yang berada di genggamnya untuk menelpon Daniel. [Nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan...] Tiap kali Arttha menelpon Daniel selalu saja operator Telkomsel yang menjawabnya.
522 viewsOngoingIdinagdag sa Library 14 Beses bilang backing track
Read
+Library
Comeback

Comeback

tin . Suara klakson motor terdengar. Sean yang mendengar hal itu pun melihat sekitar dengan tatapan menyelidik. Nampak dari jauh, sebuah motor bebek hitam berjalan menuju ke arah mereka lalu berhenti di depan mereka. Anya yang melihat ada peluang untuk lepas dari Sean begitu melihat konsentrasi pria itu terpecah, langsung melepaskan cekalan tangan Sean lalu berlari pelan menuju si pengendara motor.
2.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 51 Beses bilang backing track
Read
+Library
RETAK

RETAK

"M--maaf, kang. Saya tidak sengaja." "Lain kali kalo jalan tuh lihat ke depan, jangan fokus ke HP mulu. Nanti dijambret baru tahu rasa!" ketus laki-laki itu yang kembali berjalan melewati Vitaloka. Vitaloka menatap punggung laki-laki itu yang sudah menjauh. Dia tidak sempat melihat wajah dari orang yang tak sengaja ditabraknya. "Orang enggak sengaja juga," gumam Vitaloka.
103.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 98 Beses bilang backing track
Read
+Library
Behind The Beast

Behind The Beast

" Vander mengusap wajahnya kasar, lalu bersedekap sambil memandang keluar. Billy sudah tak tertolong. Aksi drama sabunnya sudah dimulai. Namun Billy masih saja merayu Vander untuk bernyanyi bersama. "Come on, Zeckar. Singing!" Vander memejamkan matanya dan mencoba menulikan telinga. Namun alunan melodi gitar dan piano menggelitik pendengarannya. Dan tiba saat nada memasuki intro klimaks, Vander meremas rambutnya dan berteriak lalu ikut menggila dengan Billy yang bersorak menertawakan Vander. 🎶"Back, hurry back..
1016.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 352 Beses bilang backing track
Read
+Library
Sidekick

Sidekick

“Iya, tapi saya takut, kalau nggak sengaja ngebocorin data.” “Kalau misal kebocoran itu tanpa disengaja, gue akan ngeback-up lo. Tenang aja. Kalau sengaja ya sesuai sama yang udah lo baca di kontrak, lo kudu out. Tapi gue harap sih nggak ya.” “Nggak disengaja itu sampai sejauh apa ya Pak? Misal kaya nggak sengaja data saya di hack orang gitu?”
105.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 110 Beses bilang backing track
Read
+Library
Behind The Scene

Behind The Scene

“Apa? Apa yang kalian lihat!” *** Ransel menimpa aspal, memanggil kaki tuk kembali. Hati tak sabar, membuat Moza berlari, menunggu taksi sama saja membiarkan goresan lain tercipta. Ia tidak ingin leher ayahnya disamakan dengan ayam. Mobil warna silver terus menguntit, sadar akan hal tersebut, Moza menghentikan kaki lantas berbalik. “Brengsek!!”
102.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 75 Beses bilang backing track
Read
+Library
Mengejar Mantan

Mengejar Mantan

"Kalo gitu sampe kapanpun nggak bakal aku lepasin kamu." "Sakiiiit. Kalo kamu tetap maksa, aku teriak, nih." "Oke, aku lepas." Shania berlari kembali ke area kampus. Bagas menyusulnya, tak kalah cepat dengan Shania. Lagi-lagi Bagas berhasil menangkap Shania. "Dengarkan aku Shania." "Aku gak mau dengar. Lepasin,"
8.55.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 135 Beses bilang backing track
Read
+Library
Takkan Kembali Lagi

Takkan Kembali Lagi

Aku terus bertahan dan mengalah, tetapi sekarang ibuku dan anakku telah tiada. Pernikahan kontrak ini akhirnya berakhir. Aku menutup telepon, lalu berdiri dan menelepon rumah duka untuk memesan jadwal kremasi ibuku. Saat aku kembali ke pintu kamar rawat, sosok yang kukenal menghalangi jalanku. Vincent yang berdiri di pintu sambil mengenakan setelan hitam itu menatapku dengan tegas.
7.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 246 Beses bilang backing track
Read
+Library
 CINTA DI BALIK BENCI

CINTA DI BALIK BENCI

tanya Raka, suaranya terisi kebingungan. Lia menggigit bibirnya. "Aku tidak tahu, Raka." Dean yang tadinya hanya terdiam, kini mendekat. "Tapi kita tidak bisa kembali, kan? Setelah semua yang terjadi, kita hanya bisa maju." Lia mengangguk perlahan. “Itu benar. Tidak ada jalan mundur lagi.”
101.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 64 Beses bilang backing track
Read
+Library
PREV
12345
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status