Pemuas Nafsu Kakak Tiri
Ada kelembutan yang samar di wajahnya, tapi juga terselip sesuatu yang sulit diterka, antara rasa bersalah dan kekhawatiran.
“Sekali lagi, Om minta maaf, ya, Alisha. Soal Revan.”
Alisha menggeleng pelan, senyumnya tetap terjaga. “Nggak apa-apa kok, Om. Alisha ngerti.”
Arman menatapnya sesaat, lalu tersenyum tipis. “Terima kasih, ya. Om tunggu nanti malam.”
Ia berbalik menuju pintu, membuka gagangnya perlahan. “Hati-hati di jalan.”
Hot Chapters