Balas Dendam Sang Istri Mafia
Ketika para pengawal bertarung dengan mereka, seorang pria memecahkan kaca jendela dan mengulurkan tangan hendak menarikku.
Pada saat itu, sebuah bayangan hitam melesat dan dalam sekejap mematahkan leher pria itu.
Kemudian, dia berbalik dan menatapku.
Pria itu Elias.
Tubuhnya kurus hingga nyaris tidak bisa dikenali. Dia mengenakan jaket murah yang warnanya sudah pudar, tetapi tatapannya tetap setajam dulu.
Hanya saja, di balik ketajaman itu, tersimpan terlalu banyak kepahitan, kesakitan, dan kerinduan yang tidak bisa dilepaskan.