Cinta Terlarang
Kesedihan, kemarahan dan rasa malu pada hati Tara yang saat itu dirasakan, terlepas oleh air mata yang telah lama ditahannya, selama wanita itu berbicara kasar dan terus menyudutkan dirinya.
Akhirnya tanpa bisa ditahannya, buliran air mata itu pun berjatuhan membasahi pipinya. Melihat hal itu, Tiara yang tidak mempunyai rasa iba atas air matanya langsung berbicara kata-kata kotor yang seharusnya tak pantas dikatakan oleh orang sekelas Tiara. Terakhir ada kata-kata yang tidak mungkin dapat Tara lupakan, ketika Tiara mengatakan hal yang menyakitkan hatinya. Hingga ia pun menangis dengan menahan amarahnya.
“Dasar wanita rendahan, ibu mu yang mengajari cara merayu lelaki berduit seperti suami s