Titik Nadir Sang Pendosa
“Ingatlah selalu bahwa diri kita ini spesial. Kita ini berharga. Jadi, jangan biarkan masa lalu memb.nuh masa depan kita. Menyesali yang sudah terjadi tidak dilarang, tapi bukan berarti kita tidak bisa melanjutkan kehidupan. Cobalah untuk mengingat semua sebagai pelajaran, bukan sebagai kesalahan yang yang membuat jiwa terkurung dalam penyesalan.”
Naura mengembuskan napas perlahan saat untuk pertama kali berhasil mengendalikan pikiran dan tubuhnya. Dia menyandarkan tubuh ke dinding. Wanita itu mengusap keringat di pelipisnya. Dia mem.luk dirinya sendiri, berusaha memberikan kekuatan pada tubuh dan pikirannya yang selama empat tahun ini tidak pernah merasakan ketenangan.