KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Sini, tidur!“
Mas Hangga menepuk tempat di sampingnya. Aku terdiam sejenak, hingga akhirnya pasrah saat dia menarik tangan ini. Membuatku terduduk di sampingnya.
“Maaf, ya. Selama ini aku zalim terus. Tapi jujur, aku juga nggak tahu kenapa bisa begini,“ katanya.
“Begini gimana?“ tanyaku tak mengerti. Mas Hangga bangkit duduk. Matanya menatap ke langit-langit rumah.
“Entahlah, Ra. Beberapa hari ini, aku merasa kalau ada nggak beres sama diri aku,“ jawabnya. Membuatku semakin tak mengerti.
“Kadang, aku ingat kalau semua yang kulakukan ini menzalimimu. Tapi di saat ingin memperbaiki, seperti ada bisikan. Yang membuatku tak bisa menolak permintaan Medina,“ terangnya panjang lebar disusul air ma
Hot Chapters