Suami Warisan
Lanjut Narendra, sorot matanya melayang selagi dia mengutarakan yang selama ini dipendamnya, “saya berbicara pada orang, pada Prabu, pada Nirmala, pada Nyai, tapi saya tidak pernah berbicara pada diri saya sendiri. Saya serakah, saya hilang akal jika sudah menyangkut akan energi, terutama bagi alam yang sedang saya jaga. Namun, saya tidak pernah berpikir tentang diri saya sendiri.”
“Tunggu.” Tahan Rengganis, “kamu bilang kamu tidak pernah berpikir tentang diri sendiri? Hah, kamu orang paling egois yang saya kenal, Naren. Kamu tau apa pandanganku terhadapmu? Kamu lelaki berengsek yang memanipulasi banyak perempuan untuk memberikan energi berharga mereka untuk kepentinganmu sendiri. Dan sekara