Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Hamil Anak Bos

Hamil Anak Bos

Seiring dengan percakapan itu, daun-daun pohon mangga yang tinggi berayun pelan ditiup angin, menambah kesan damai. "Ah, tidak apa-apa. Enggak perlu minta maaf. Saya paham kok. Dulu ibu juga sering ngidam aneh-aneh waktu hamil. Suami sampai kewalahan," ujarnya, senyumnya merekah. "Kadang jadi kesal sendiri kalau orang nggak ngerti. Tapi ya, begitulah perjuangan jadi ibu."
2.0K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as reva hamil besar
Read
+Library
Menikmati Sentuhan Pria Bayaran

Menikmati Sentuhan Pria Bayaran

“Kebetulan hari ini sate torpedo-nya masih, Bu. Mau berapa porsi?” “Hah? Sate apa?” Faya mengernyit. Revan yang tampaknya paham meringis. Dia mencondongkan kepala, berbisik tepat di telinga Faya. “Anu-nya kelinci jantan.” Sepertinya bisikan Revan terlalu kencang, sebab si Mbak Gemuk langsung terkekeh. “Betul, Bu, itu kelamin kelinci jantan, berkhasiat untuk perempuan yang ingin cepat hamil.”
1015.2K viewsCompletedAdded to Library 364 Times as reva hamil besar
Read
+Library
DIHAMILI TEMAN LAMA

DIHAMILI TEMAN LAMA

tanya Dirga yang duduk di samping Briana. "Bri, sudahlah, nggak usah dipikirin. Kata orang, wajah bayi itu berubah-ubah. Nanti juga lama-lama pasti mirip kamu kok, toh kamu yang hamil dan melahirkan dia. Jangan pedulikan si Gian brengsek itu." Kata Davira berusaha menenangkan Briana. "Vir, jangan sebut namanya. Gue benci," teriak Briana dengan marah, tanpa memedulikan bahwa suaranya bisa membangunkan bayi kecil itu.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as reva hamil besar
Read
+Library
Aku Menahan Bom dengan Perut Hamil, Dia Pun Menggila

Aku Menahan Bom dengan Perut Hamil, Dia Pun Menggila

Bersamaan dengan itu, para pengawal keluarga bergegas datang, mengangkat senjata, dan menutup semua akses. Krisis pun berakhir. Namun, aku merasakan dengan jelas, gerakan di dalam perutku perlahan menghilang. Darah hangat mengalir deras dari luka robek di punggungku. Tubuhku gemetar tidak terkendali. Di dalam perutku masih ada bayi yang sudah berusia delapan bulan. Aku ingin mengulurkan tangan untuk melindungi sesuatu, tetapi pandanganku menggelap, dan tubuhku langsung terjatuh.
14.1K viewsCompletedAdded to Library 394 Times as reva hamil besar
Read
+Library
GADIS YANG TERNODAI

GADIS YANG TERNODAI

jawabku. “Beda, yah, sama papanya. Dulu waktu Mama hamil Revan, bawaannya pengen makan. Rasa mual termasuk sangat jarang.” “Tiap orang hamil bawaannya beda-beda, Mah. Ini cucu Mama pasti manja banget, deh. Iya, kan, Dek?” Mas Revan mengerlingkan matanya kepadaku. “Iya, Mas,” jawabku sambil tersenyum.
1.4K viewsCompletedAdded to Library 45 Times as reva hamil besar
Read
+Library
Aku Hamil Anak Kamu, Mas!

Aku Hamil Anak Kamu, Mas!

Surendra memandanginya, tersenyum melihat putri semata wayangnya itu kini tengah hamil besar dan kepayahan. "Papa kaget dan gembira mendengar kamu hamil anak kembar," ucap Surendra membuka pembicaraan. Zola tersenyum, "Aku juga kaget, Pa. Tapi senang dan bahagia akhirnya," katanya mengusap perutnya dengan lembut Surendra mengangguk mengiyakan, memang saat ini Zola terlihat lebih lepas dan ceria. "Lalu, Papa ingin bertanya sesuatu padamu," ucap Surendra.
2.3K viewsCompletedAdded to Library 86 Times as reva hamil besar
Read
+Library
Hasrat Terlarang

Hasrat Terlarang

"Demi Tuhan, Gewa! Kumohon kau harus mengerti. Aku tidak punya banyak waktu untuk menceritakan kisah hidup Gina seperti apa." "Dia sudah menikah bukan?" "Ya, kau lihat dia sedang hamil bukan?" Gewa terdiam sesaat, "Kau ... jangan bilang anak yang dikandung Gina itu adalah anakmu?!" "Aku baru mengenal Gina, kehamilannya juga sudah mulai membesar. Itu sudah jelas anak pria lain," ucap Revan masih santai. "Aku benar-benar tidak mengerti!" Gewa akhirnya menyerah.
1022.7K viewsOngoingAdded to Library 703 Times as reva hamil besar
Read
+Library
Hasrat Terlarang Sang Ipar

Hasrat Terlarang Sang Ipar

Bulu - bulu harlus yang tumbuh di bawah pusar Revan membuat Revan tampak sangat seksi. Aku kemudian membuka celana boxer Revan perlahan - lahan. Hingga menyembul keluar batang batang kajantanan Revan yang dari tadi sudah meronta - ronta untuk keluar. Batang kejantanan Revan sudah sangat keras dan membesar. Walaupun tidak sebesar punya mas Dika, tapi masih termasuk besar ukurannya menurutku. Tanpa meminta persetujuan dari Revan, aku kemudian melahap batang kejantan yang masih perjaka itu.
10102.3K viewsOngoingAdded to Library 2.6K Times as reva hamil besar
Read
+Library
BUKAN MENANTU KAYA

BUKAN MENANTU KAYA

“Hamil besar itu jangan manja. Hamil trimester awal memang rentan, tapi hamil besar justru harus lebih gesit. Biar nanti lahirannya lancar. Biasakan banyak bergerak, banyak jalan kaki, jangan dikit-dikit naik motor.“ Uwak Piah kembali memberinya wejangan saat aku dan Rika sedang memasangkan sprei pada kasur. Rika tak menjawab. Dia hanya menunduk dengan bibir mengerucut. Setelah tempat tidur rapih, aku dan Uwak Piah ke dapur. Memasakan menu berprotein tinggi untuk recovery Ningrum dan Nuri. Selain gulai ikan gabus, kami juga merebus setengah kilo telur ayam juga menyiapkan susu murni juga aneka jenis lalaban. Rika membantuku menyiangi sayuran dengan tatapan kosong. Tiba-tiba saja aku teringat
1017.7K viewsOngoingAdded to Library 672 Times as reva hamil besar
Read
+Library
Istri Alim untuk CEO Anti-Wanita

Istri Alim untuk CEO Anti-Wanita

Reva mengusap pelan perut menantunya. Tidak kalah juga seperti pada saat lahirannya Cimes Mika. Keluarganya antusias menemani Salma meskipun kasus saat hamilnya itu berbeda. Anak Salma dan Fariz yang kedua ini penantiannya tidak se-lama Cimes Mika pula, mereka tetap damai, tidak mempermasalahkan itu sama sekali. Hanya saja, Reva dan Vero masih terus terbayang ketidaktegaannya dulu waktu prank mendekati hamilnya Cioy.
1012.4K viewsCompletedAdded to Library 309 Times as reva hamil besar
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status