Permainan Berbahaya Kakak Ipar
“Daddy! Harusnya Daddy bercermin, kenapa putrimu harus menjual diri. Coba kamu tanyakan pada istrimu, apa selama ini dia sudah mencukupi kebutuhanku?”
“Miris, bukan? Aku lahir di keluarga kaya. Tapi aku bahkan harus menjual diri demi memenuhi biaya kuliah dan obat nenekku yang sedang sakit di kampung. Apa Ayah peduli, hem?”
Lidah Rico terasa kelu. “Maksud kamu apa? Memangnya selama ini kamu kekurangan?” tanyanya.
“Tentu! Bukankah Daddy sudah sadar sejak Daddy tahu aku tidur di gudang? Atau, jangan-jangan Daddy masih berpikir bahwa istrimu itu malaikat yang baik hati?”