BUKAN MENANTU KAYA
“Lumayan juga ya, Teh. Belum lagi biaya makan, jajan, pampers, susu, dan lain-lain,“ sahut Rika.
“Iya. Tapi alhamdulillah, rezekinya ada terus. Kami nggak pernah kesulitan materi, kok. Gerai Martabak menantu juga makin berkembang.“
Rika mengangguk pelan. Kepalanya merunduk dengan tangan memilin-milin hijab maroon yang dikenakannya. Bukan aku sombong atau bagaimana, tapi aku ingin mereka tahu kalau kami mampu merawat dan membiayai Mamah. Biar mereka tahu, kami bukan lagi anak dan menantu yang miskin. Allah telah melebihkan rezeki kami dan semoga saja mengucurkan keberkahan untuk keluarga kami.
Hot Chapters