Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Hujan turun dengan sangat deras di Kota Teratai. Langit kelabu seperti kain kafan yang menutupi kota, awan tebal bergerak dengan sangat lambat seperti makhluk raksasa yang merangkak di angkasa. Jalanan basah memantulkan cahaya lampu jalan yang berkelap-kelip, menciptakan bayangan yang bergoyang seperti hantu yang menari di atas aspal.
1046.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.4K Beses bilang ringkasan hujan tere liye
Read
+Library
Rintik Hujan Yang Menggugurkan Cinta

Rintik Hujan Yang Menggugurkan Cinta

Mendengar alasan klise itu, aku hanya tertawa dingin dan menunjuk ke atas langit. “Benson, kalau Celvin tahu kamu menjaga istrinya sampai ke atas ranjang, mungkinkah dia akan menjadi hantu gentayangan dan membalas dendam padamu?” Wajah Benson semakin pucat, tapi dia tak bisa membantah. “Yuna, tapi aku hanya mencintaimu. Aku dan Tasya hanya sebatas malam itu….” Aku menggeleng pelan. “Aku nggak butuh cinta murahan seperti itu.”
4.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 141 Beses bilang ringkasan hujan tere liye
Read
+Library
Dosa Terindah Bersama Sang Primadona

Dosa Terindah Bersama Sang Primadona

Tetapi pertanyaannya kemana dia harus bermuara di saat seperti ini? Hujan turun dengan deras, titik-titik air itu tanpa ampun terus menghantami bumi dalam jumlah yang banyak. Cahaya patah-patah bahkan terlihat menari di atas langit yang gelap, berpendar cepat sebelum akhirnya lenyap, terus begitu berulang-ulang. Tak lama guntur menggelegar dahsyat. Bukankah sangat dramatis? Wahyu baru saja menceraikan istrinya lalu tiba-tiba seakan tahu isi hati terdalamnya hujan turun tanpa diminta. Benar-benar tipikal drama korea sekali.
94.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 104 Beses bilang ringkasan hujan tere liye
Read
+Library
Jangan Bungkam Suaraku!

Jangan Bungkam Suaraku!

Seakan langit baru saja menangis. “Hujan,” ucap Grace “Kita terjebak di sini.” Di jalan pinggiran kota, seorang gadis sedang berada di sana seorang diri. Di bawah derasnya hujan dia berjalan menyusuri sekitar. Pandangan yang terlihat putus asa membuat matanya membengkat karena derai air mata. Gadis itu tidak lain adalah Theresia. Dirinya berjalan dan kemudian memandangi danau yang membentang di depannya. Sementara hujan tidak menjadikan dirinya merasa harus pergi. Di belakangnya suara kendaraan menghiasi sekitar. Di sana, Theresia masih menatap ke arah danau sambil kehujanan. Dirinya penuh dengan penderitaan. Tidak lama kemudian, seseorang membawakan payung kepadanya. Theresia yang kemudian
5.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 154 Beses bilang ringkasan hujan tere liye
Read
+Library
Lentera Terakhir

Lentera Terakhir

"Aku baik saja, sungguh." Deryn bisa bernapas dengan lega setelah mendengarnya. Lantas mencoba melewati beberapa kursi di gerbong 4. Di sana hanya tersisa tulang dan beberapa jejak darah saja. Perjalanan pertama memang selalu saja berhasil, tapi kita tidak tahu di depan sana akan seperti apa. Kaki Delia sebenarnya sudah bergetar sejak enam menit lalu, karena tidak ada manusia yang bersahabat baik dengan air. Apalagi seluruh pakaian yang dikenakan harus selalu basah.
102.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 71 Beses bilang ringkasan hujan tere liye
Read
+Library
Cinta yang Terenggut

Cinta yang Terenggut

Guyuran air hangat yang keluar dari shower dapat membuat pikiran dan sekujur tubuhnya terasa rileks. “Hei, tunggu dulu! Mau ke mana kamu, Bangsat!” teriak Theresia yang berhasil menyusul suaminya sampai di depan pintu kamar tidur mereka. Ditariknya kaos polo biru tua yang dikenakan laki-laki itu. “Lepaskan aku, There. Aku mau mandi.” “Persoalan kita belum selesai!” “Apa lagi yang perlu dibahas? Sudahlah, lepaskan aku.”
1015.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 473 Beses bilang ringkasan hujan tere liye
Read
+Library
Honey to the Moon : The Prince & I on a Remote Island

Honey to the Moon : The Prince & I on a Remote Island

Belum lagi saat air hujan mulai nakal membasahi gaun tidur putih Joy dan celana tidur Rey yang juga putih, menampilkan secara samar dan semakin nyata apapun yang ada di baliknya, lekuk gelap dan warna apa saja yang berbeda dari kulit mereka nan lebih cerah. "Seksi, Joy." Rey memeluk dan mencium bibir Joy di tengah air, cuek dengan dingin dan basah menggigilkan tubuh. Berdua mencari kehangatan lewat gesekan dan rabaan spontan yang tak usah diperintahkan maupun diceritakan. Bagaikan air mengucur deras, mengalir saja. Dan hangatnya kedua tubuh mereka mengalahkan hujan, yang perlahan mereda seiring selesainya mereka berdua. "Uhh, aku suka pemandangan indah saat hujan turun deras dan setelah reda
106.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 144 Beses bilang ringkasan hujan tere liye
Read
+Library
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Sebelum skuter itu nggeblas ke arah selatan Darmo Dipo sempat membonus lagi, kali ini sebuah kerlingan mata manis. Dengan bijaksana Sarni Trilili membalas dengan senyuman masam. Dan dalam lubuk hatinya ia bersyair, “Cintaku berkeping tunggal, tiada berbelah.” Syair lima kata itu gubahan Jonet Tralala sebelum menghembuskan napas yang penghabisan. Itulah resiko menjadi janda muda. Ada-ada saja yang ingin mengajaknya nonton pengantin.
1.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 50 Beses bilang ringkasan hujan tere liye
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status