Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DENDAM HATI YANG TERLUKA

DENDAM HATI YANG TERLUKA

“benar !! ‘aku memang ingin kabur darimu !! Aku tak tahan menghadapi siksaanmu yang sangat keterlaluan !! “ Retno membalas tak kalah kerasnya. Retno hanya ingin bebas, dan menjalani kehidupannya seperti dulu, Tapi sepertinya harapan itu Tak akan pernah lagi Retno dapatkan. Gerald sudah sangat marah, bahkan Terali di jendela kamar sudah di paku mati, Kemarahan Gerald kian meledak, kakinya menendang sebuah meja yang berada di depannya, menghancurkan kaca itu dengan Menginjaknya beberapa kali, Retno melihat darah segar keluar dari sana, dan tercecer di atas lantai.
107.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai ringkasan hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Dilamar Tuan Duda

Dilamar Tuan Duda

Terakhr, ia mengeringkan rambut dengan hair dryer dan mengganti pakaiannya dengan terusan tanpa lengan yang panjangnya lebih atas hingga tampak paha mulusnya. Pukul 5.40 terdengar suara hujan deras tepat dengan suara pintu terbuka dari seseorang yang ia tunggu-tunggu. Tak lama, Rain pun masuk ke kamar sambil menepuk-nepuk kemeja yang sedikit kebasahan dan ia terkesiap ketika melihat wajah istrinya yang tidak biasa. “Ya, ampun. Kamu menor banget. Mau ke mana?”
9.714.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 420 kali sebagai ringkasan hujan tere liye
Baca
+Pustaka
SURVIVAL LOVE 2

SURVIVAL LOVE 2

Tiva cuma berdoa agar segera tertidur dan lupa, karena hanya itu yang dia inginkan sekarang. Tiva mulai kembali bermimpi, dirinya sedang berdiri di tengah hujan dan basah kuyup kedinginan. Air hujan yang begitu deras membuat rambut di kepalanya menjadi lepek dan lengket melintasi sebagian wajahnya yang juga kuyup. Tiva tidak bisa melihat dengan jelas apa yang ada di depannya. Sebuah tangan hangat membelainya di bawah guyuran air deras tapi sepertinya bukan air hujan lagi melainkan air dari shower...
9.9172.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.9K kali sebagai ringkasan hujan tere liye
Tampilkan Ulasan (81)
Baca
+Pustaka
Khair
kalo baca ini..seneng banget,..Biasanya cerita sempalan tuh suka main mulai aja...anggap semua orang paham...dan langsung cerita dari sekarang menuju masa depan. kalo baca survival love 2 ...detail banget ..dimundurinnya jauh...jadi rasa ke si tokohnya tuh tambah kenal..kalo kenal kan tambah sayang
Adin Malika
bayak yg tak terduga kak jemy, cerita kak jemy slalu banyak kejutan. walaupun penasaran tetep semangat nunggu up nya kak,😍😍😍😍😍 suka hampir semua ceritamu kak jem.. dari yg di lapak sebelah, maupun yg di sini😘😘😘😘
Baca Semua Ulasan
Cinderella, Mah, Apa Atuh?

Cinderella, Mah, Apa Atuh?

Debu-debu trotoar beterbangan bagai berusaha lari dari kenyataan yang sebentar lagi akan menghempaskan mereka. Kesedihan Rella juga dimengerti oleh langit. Rintik mulai berjatuhan, bersamaan dengan orang-orang berteduh di bawah naungan. Kecuali Rella, gadis yang menghentikan langkah di tengah guyuran hujan. Tidak peduli dingin menembus tulang. Ia merasa, hujan tengah memberinya rahasia terbesar. Ya, walau berjatuhan dari tempat yang teramat tinggi demi menyuburkan bumi, tetapi ia tidak pernah merengek ataupun menolak takdir Tuhan. Ia sangat tegar. "... Marah aja tiap hari, biar gue nggak bosen liat wajah lo yang penuh lemak itu."
1010.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai ringkasan hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Sketsa Hujan

Sketsa Hujan

'Semoga, udara di sana sama menenangkannya seperti di sini, hujan yang kau jumpai di sana sama menyenangkannya dengan hujan pertama yang pernah terlewati di sini, dan malam di sana, sama tenangnya dengan malam-malam yang pernah kita lewati di sini. Aksara menutup buku itu. Ia tahu, mulai besok, setiap hujan yang jatuh akan menjadi surat yang ia tulis untuk Elang. Dan ia akan menunggu, sampai buku ini penuh dengan warna, sampai Elang kembali untuk membacanya.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai ringkasan hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Cinta Yang Tertunda

Cinta Yang Tertunda

lanjut Valdo. Shania terdiam setelah mendengar jawaban Valdo, menciptakan keheningan yang mencekik di antara mereka. Lagu sendu yang kebetulan sedang diputar di coffee shop itu seakan menjadi musik latar kisah sedih percintaan mereka, seperti drama Korea yang berada di puncak kesedihan dan kegalauan. Orang-orang yang berlalu lalang di sekitar mereka seperti pemeran pembantu yang melengkapi adegan yang biasanya mengundang penonton untuk mengeluarkan air mata haru.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai ringkasan hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Kaisar Badai Petir Zera

Kaisar Badai Petir Zera

Dan tercatatlah dalam sejarah, bahwa tahun turun hujan ini dinamakan dengan, tahun kesehatan. Di medan perang yang telah usai, Tempest dan Azzura yang ditemani Vatsal beserta rekan Zera, menerima penyembuhan yang disebabkan tetesan hujan ini. Setelah mereka merasakan gempa yang sangat dahsyat tadi, semua orang yang berada di situ menjadi was-was. Mereka beranggapan bahwa hujan ini adalah hujan kematian, namun setelah mereka mendapatkan tetesan hujan yang membasahi mereka, pandangannya pun menjadi berubah.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai ringkasan hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Hati Yang Terluka

Hati Yang Terluka

Tidak bisa dibayangkan jika Laila terkena baby blues syndrome, pasti hidupnya kacau sekali. "Laila!" teriak ibu mertuanya lagi. Lagi-lagi dia berteriak seperti di dalam hutan. Padahal, tanpa teriakan pun telinga Laila masih bisa mendengar jelas dan dan masih normal. Laila yang saat ini hampir menyelesaikan rutinitasnya mencuci baju, langsung tercekat. "Iya Bu" kata Laila pelan. Ia langsung menghampiri ibu mertuanya.
577 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai ringkasan hujan tere liye
Baca
+Pustaka
PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

katanya pelan, seolah berbicara pada dunia, “maka kita harus belajar menjadi hujan.” Ling’er berdiri di sisi kanannya, wajah cantiknya diterpa cahaya pagi. “Dan hujan tidak pernah berteriak. Ia jatuh dengan tenang… namun mampu memadamkan gunung berapi.” Lin Wei menyusul, langkahnya lebih ringan dari sebelumnya. “Kalau begitu, mari kita padamkan Neraka.” Di lembah yang masih berkabut itu, tiga sosok berdiri menghadap timur —ke arah tanah merah yang bergelora, ke arah pilar yang lahir dari luka manusia sendiri.
101.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai ringkasan hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Badai Sang Pemberani

Badai Sang Pemberani

Dari jendela, Badai menatap Ashok yang perlahan menjauh, menyatu dengan kabut dan cahaya stasiun. Sementara di dalam, Valeri bersandar di kursi empuk, mencoba menenangkan jantungnya yang berdetak lebih cepat dari kecepatan kereta itu sendiri. "Mumbai," gumam Badai. "Dan pesta para pemangsa," balas Valeri dengan senyum yang tak sepenuhnya bahagia. ***** Hujan turun pelan membasahi halaman rumah kecil di pinggiran kota. Lampu ruang tamu menyala redup, menambah suram suasana. Di meja, televisi menayangkan berita internasional:
10957 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai ringkasan hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status