Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SEBUAH PENGHIANATAN

SEBUAH PENGHIANATAN

Aku seperti sampah di mata mereka. Namaku Tere. Saat itu usiaku 7 tahun. Tubuhku yang kurus ini menggigil karena hujan deras mengguyur tubuhku. Perutku yang lapar membuatku lemas berjalan untuk menemukan jalan pulang. Aku berjalan tanpa henti hingga aku benar-benar tak sanggup lagi untuk melangkah, dan akhirnya aku tak menyadarkan diri.
109.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai sinopsis buku hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Langit & Mega

Langit & Mega

Tik! Tetesan air hujan mengenai bukuku. Aku mendongak lantas cepat-cepat memasukan buku ke dalam tas agar tak kehujanan. Beruntung saja aku tak kalah cepat dari hujan. Karena jika aku terlambat sedikit saja bukuku akan basah kuyup. Seperti sekarang, rintik itu tidak lagi gerimis namun sudah datang bergerombol menjadi hujan yang lumayan deras.
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai sinopsis buku hujan tere liye
Baca
+Pustaka
UNFINISHED PAST

UNFINISHED PAST

BAB 1 | Hari Pertama Chaira Kuliah Hujan Ada yang berbeda dengan hujan kali ini.. Cara langit menumpahkan air, di mataku tampak tak biasa. Kadang dengan lembut mereka turun, lalu bertambah kian deras. Ah, bukankah hanya air yang datang secara bersamaan? Mengapa aku merasa terusik? Rupanya, hujan kali ini hadir diringi kenangan.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai sinopsis buku hujan tere liye
Baca
+Pustaka
MENARI BERSAMA HUJAN

MENARI BERSAMA HUJAN

Ucap Citra semakin kesal mendengar jawaban kakaknya " Huff... jangan salah paham, akan kakak jelaskan " " Jadi dia itu Gadis Aneh yang kakak temukan tidak sadarkan diri di bawah hujan beberapa sebulan yang lalu, karena kasihan kakak bawa ia ke apartemen kakak, kan gak mungkin kakak bawa ke rumah, bisa bisa ayah sama mama salah Paham juga " Kata Al menjelaskan tentang Rindiani
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai sinopsis buku hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Cinta Dalam Sangkar Rahasia

Cinta Dalam Sangkar Rahasia

Tidak ada rahasia. Ketika sore mulai jatuh, dan hujan mengguyur kaca-kaca besar Valente, mereka duduk di bawah selimut tebal, membaca buku, menyesap kopi, dan membiarkan waktu mengalir tanpa tergesa. Eira melihat ke luar jendela. “Dulu, setiap hujan turun, aku merasa sendirian. Sekarang, aku nggak takut lagi.”
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai sinopsis buku hujan tere liye
Baca
+Pustaka
My Obsesive Sugar Daddy

My Obsesive Sugar Daddy

Gadis itupun berdiri dan tersenyum langsung meletakkan kembali buku yang Ia baca dan berucap terima kasih sembari keluar dari perpustakaan. Di luar ternyata hujan turun dengan deras gadis yang masih memakai heels tahu berwarna putih itupun hanya melihat ke sekeliling Ia tidak bisa berjalan bersama sepatu putih kesayangannya ini dengan hujan yang cukup deras. Sambil menunggu hujan reda Alya pun membuka aplikasi baca kembali mencari buku tersebut secara online tapi, Ia tidak menemukannya justru menemukan sebuah artikel yang berhubungan lagi.
1016.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 575 kali sebagai sinopsis buku hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Antara Cinta dan Luka

Antara Cinta dan Luka

Bau jahe hangat dari termos Rian naik ke hidung, bercampur susu bayi dari botol steril di meja samping, bau antiseptik dingin dari lorong, dan bau hujan yang baru saja lahir. Inner monologue Naya: Hujan ini sama seperti malam aku tahu aku hamil. Tapi sekarang ada Baby Rain. Ada Mama yang jalan lagi. Ada Lara yang takut kehilangan. Ada Rian yang tak pernah lepas tangan. Hujan ini bukan akhir. Ini permulaan. “Ma… kamu jalan lagi,” Naya air mata jatuh ke sprei putih, suara getar seperti nada minor yang menunggu resolusi.
925 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai sinopsis buku hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Asmara untuk Abinawa

Asmara untuk Abinawa

Ia mengulurkan tangannya dan aku hanya menaikkan alisku karena bingung. “Gua mau minjem buku yang lagi lu pegang”, jelasnya yang kubalas dengan anggukan kepala dan bibir yang membentuk huruf o. Aku menyerahkan novel “Negeri Para Bedebah” karya Tere Liye itu kepadanya, namun aku tak mendengar ucapan terima kasih terlontar dari bibirnya yang agak tipis dan berwarna pink itu.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai sinopsis buku hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Bukan Semata Fisik

Bukan Semata Fisik

Keduanya mulai terduduk dibangku yang telah disediakan, yang menyediakan hamparan pemandangan jalanan ibu kota saat itu. Cukup untuk mengganjal rasa lapar yang menerjang, saat sedang menikmati makan siang yang hampir sore itu mendadak hujan mengguyur Kota. Cuaca hari ini sangat tidak terduga, Rayhan menyimpan kebabnya di meja dan berlari menyelamatkan buku yang digantung dimotornya. Untung saja larinya cukup cepat, buku yang mereka beli telah terselamatakan. “Untung saja...,” Rayhan menghela napas lega setelah berhasil menyelamatakannya, meski sedikit bajunya basah.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 290 kali sebagai sinopsis buku hujan tere liye
Baca
+Pustaka
The New World

The New World

“Aku memercayai diriku sendiri.” “Luar biasa,” Hiro bersiul sebelum beranjak pergi. “Bodoh, tukang buat onar, dan terlalu tidak tahu malu. Kombinasi sempurna.” ** Hujan turun deras malam itu, seolah menangisi nasib desa yang terletak di dalam Hutan Xylen. Awan gelap masih menggantung di langit, tampak enggan berpaling dari nasib buruk yang terjadi di dalam desa.
1010.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai sinopsis buku hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status