Unpredictable Husband
Ziya mencibir meskipun hatinya kini tersenyum gembira.
“Apaan sih, aku buru-buru nih, keburu hujan,” kata Ziya untuk mengalihkan pembicaraannya.
“Udah tuh,” tunjuk Regar keluar jendela besar toko. Di luar ternyata sudah mulai hujan meskipun belum terlalu deras. Ziya menghela napasnya. Mau bagaimana lagi, ia akan menunggu hujan reda sambil melihat-lihat buku. Kebetulan ia juga ingin membeli novel.
인기 회차